PART 40
POV Suami
Saya terbangun saat merasakan kenikmatan di bagian selangkangan saya.
Ternyata Ida sedang menghisap kontol saya.
Saya:” Jam berapa ini say? Kebetulan jam tangan saya pun sudah saya lepas.
Ida pun melepaskan kontol saya dari mulutnya dan menjawab pertanyaan dari saya.
Ida:” Jam 1 pagi bebz, aku ke bangun dan tangan aku masih pegang kontol
kamu, terus aku kocok-kocok kontol kamu, eh meleugeung lagi kontolnya ya
udah aku isep sekarang hehe”
Saya:” uggh nikmat say” ucap saya sambil tangan saya berusaha menggapai
susu Ida. Segera tangan saya meremas susu Ida di balik kutangnya.
Ida:” Aku buka aza ya say, kutang aku” ucap Ida tanpa menunggu jawaban
dari saya tangannya sendiri bergerak kebelakang melepas kaitan
kutangnya. Setelah lepas Ida pun menaruh kutangnya ke muka saya, dan
tepat menutup kedua mata saya.
Ida:” Hehe, jadi kaca mata say”
Saya:” Hehe, nakal kamu say, kutang bau dibuang ke muka aku”
Ida:” Enak aza, kutang aku wangi lho”
Saya pun kemudian mencuim dan mengendus kutang Ida.
Saya:” Wah, enak, tapi lebih enak isinya” Ucap saya sambil bangkit dan menarik badan Ida agar naik ke atas badan saya.
Ida pun segera naik ke badan saya dan malah menduduki dada saya.
Saya:” Ugggh berat say, ini nich, pantat gede sama susu gede yang bikin
berat, dasar toge pasar”ucap saya sambil mendorong Ida ke samping dan
segera saya membenamkan wajah saya di toketnya Ida.
Ida:” Aww apa tuch toge pasar, rakusnya ini bos aku mimi, uugh pentil
aku disedot kenceng banget,tolong mas Wilton, bos aku kurang ajar ini”
Ucap Ida sambil seperti berusaha menjauhan wajah saya dari susunya.
Saya:” Ya itu toket gede pantat besar”
Saya pun menyedot-nyedot puting susu Ida yang masih mengeluarkan asi walau tak sebanyak tadi malam.
Ida:”Uggh geli say”
Saya sedot dalam-dalam pentil Ida yang sebesar kelereng.
Ida tampak merem melek.
Saya sedot puting susu Ida gentian kiri dan kanan sampai taka da lagi air susunya keluar.
Setelah habis saya kembali memberi cupangan di kedua susu Ida.
Ida:”Aaah, koq dicupang lagi nenen aku say, jadi banyak banget merah-merahnya”
Saya:” Hehe, sebagai tanda kamu itu miliku juga bukan milik suami kamu aza”
Ida:” Kalau gitu halalkan aku sayang,nikahi aku jangan cuma dikawinin dan dizinahin haha”
Saya:” Ntar Wilton bunuh diri hehe” Ucap saya.
Sementara tangan saya berusaha menurunkan cangcut yang dipakai Ida. Ida
pun membentu saya melepaskan celana dalamnya,hingga celana dalam Ida
terlepas dan jatuh sendiri ke lantai.
Saya pun segera bangkit dan meregangkan kedua paha Ida.
Ida:” Langsung ewe aza bebz, udah basah dari tadi koq, gak usah dijilati dului memeknya Ida”
Saya pun segera menangkat kedua kaki Ida kepundak saya. Saya mengarahkan
kontol saya ke memeknya. Perlahan saya tekan hingga kepala kontol saya
masuk ke memek Ida lalu saya dorong perlahan dan perlahan hingga masuk
semua.
Ida:” Uhh, udah masuk uuh, ayo ewe bebz”
Saya pun segera memaju mundurkan kontol saya ke dalam memek Ida.
Ida:” Uugh…uugggh nikmat sayang ahhh, mentok uuh sampai ke rahim” ploook…plooook…plooook..
Bunyi benturan pantat Ida dengan paha saya terdengar nyaring di tengah malam yang sepi.
Ida:” Aaah, bebz, sodok yang dalem uuhhh..nikmat bebz, kontol panjang nikmat”
Saya:” Oohh..uuugggh rasakan ini “ ucap saya sambil mempercepat sodokan saya.
Ida:” Awww, sakit..bebz..”
Saya:” Apanya yang sakit?
Ida:” memek aku lah.., eh tapi enak koq ugugguh” ucap Ida. Kepalanya terdongkak setiap kali saya dorong masuk kontol saya.
Cukup lama kami lakukan dalam posisi tersebut sampai Ida meminta ganti gaya.
Ida:” bebz, berhenti dulu…”
Saya:” Ia bebz..” saya pun menghentikan genjotan saya.
Ida:”ganti gaya yuk bebz, gaya anjing diewe”
Saya pun mengangguk mengikuti kemauan Ida.
Ida segera menungging dan saya mengangkat kaki kanan Ida dan mengarahkan kontol saya ke memeknya.
Bleees…kontol saya kembali terlelan memek Ida. Lalu saya pun menggenjot Ida kembali.
Ida:” Uuggh pelan bebz sakit memek aku”
Saya:” Ia bebz” saya pun mengurangi kecepatan saya dan menggenjot Ida secara perlahan.
Ida:” Aaah enak bebz, kontol kamu lebih enak dari kontol mas Wilton suami aku”.
Ploook..ploook..ploook benturan pantat Ida terdengar beraturan di tengah malam yang sunyi.
Kurasakan memek Ida semakin basah dan lengket.
Ida:” Aaah, sodok momok aku yang kenceng bebz uuugh enak banget, aku dah mau dapet”
Saya pun mempercepat sodokan kontol saya ke dalam memek Ida.
Ida:”aaah, bebz sodok yang kenceng aaah Ida gak kuat” Ida pun tersungkur
dan saya merasakan kontol saya diremas-remas dari dalam dan merasakan
semprotan di dalam memek Ida.
Saya pun berhenti beberapa saat. Saya hanya memberi sodokan-sodokan kecil di memek Ida.
Ada sekitar 3 menitan saya biarkan Ida istirahat. Setelah merasa cukup
saya pun memegang kedua lengan Ida dan saya tarik hingga dia berdiri
bertumpu di kedua lututnya.
Saya pun kembali menyodokan kontol saya secara cepat ke memek Ida.
Ida:” Uugggh bebz,enak banget oooh, ewe yang kenceng”
Ploook..ploook…ploook bunyi benturan paha saya dan pantat semok Ida kali
ini terdengar lebih keras. Saya pun membabi buta menghajar memeknya
Ida.
Ida:”aah..aaah..uuh..yes..yes,zinahi aku bebz” Plook..ploook…plook
Saya:” Aku gak tahan bebz aaaah” saya pun melesakan kontol saya
dalam-dalam ke memek Ida dan croooot…croooot..crooot kembali kontol saya
menyemburkan sperma ke dalam memeknya Ida.
Kami terdiam untuk beberapa saat.
Ida:”Uuugh bebz, kamu bucat di dalam lagi ya, anget memek aku jadinya”
Saya tidak menjawab , saya cabut kontol saya dan langsung mejatuhkan diri di atas kasur.
Ida pun menjatuhkan badannya di samping saya.
Ida:”Kamu keluar di dalem terus bebz, ntar jadi bayi lho”
Saya:” Biar bebz, aku bangga bisa himilin kamu”
Ida:” Ih nakal, ntar anak aku anak jadah hasil zinah” sambil mencubit bahu saya.
Saya:” aww, sakit bebz”
Ida:” hehe, aku aza yang digenjotin kamu mulu gak sakit malah enak hehe, yuk bobo lagi, masih malam”
Kami pun melanjutkan tidur kami.
Paginya saya terbangun dan tak mendapati Ida sudah tak ada di samping
saya. Saya pun segera melihat jam dan sudah menunjukan pukul setengah
enam.
Saya pun mengambil handuk yang ada di gantungan lalu saya gunakan untuk menutup setengah badan saya.
Saya segera keluar untuk ke kamar mandi. Saat melewati dapur saya
bertemu dengan Ida. Sepertinya dia sudah mandi, rambunya terlihat basah
dan sudah memakai kameja lengan panjang untuk bekerja. Tetapi bawahannya
yang menjadi perhatian saya, dia cuma memakai cangcut warna hitam.
Sepertinya dia belum selesai berdandan. Ida tampak sedang menyiapkan
piring di meja makan.
Seketika saya pun berhenti, melihat bokong semok yang hanya berbalut
celana dalam membuat kontol saya kembali ngaceng, apalagi ini masih
pagi.
Ida tidak menyadari kehadiran saya. Saya pun perlahan mendekati ida lalu langsung saya peluk dia dari belakang.
Ida:” Aawww..kamu lagi bebz” sambil menoleh kebelakang.
Saya pun tersenyum dan menjulurkan lidah saya menjilati belakang kuping Ida.
Ida:” Aaah, lepasin pak Dendi, udah mandi sana”
Saya tak menghiraukan, saya remas-remas susu Ida dari balik bajunya.
Ida:” Pak Dendi, jangan aah” ucap Ida.
Saya pun melepas handuk saya hingga telanjang bulat.
Segera saya mengarahkan kontol saya melalui celah celana dalam Ida.
Ida:” Akgggh Pak Dendi , aku gak mau dientot lagi, aku sdh siap-siap mau berang…”
Belum selesai Ida berbicara kontol saya sudah berhasil menembus memeknya.
Ida:” Aakh, uuggh..uuhh..uuhh” Ida pun berpegangan di meja makan.
Saya pun segera menggenjot memek Ida.
Lalu tiba-tiba Titin muncul membawa ember dari bagian depan dalam rumah.
Kami semua terkejut dan saling memandang. Walaupun Titin tahu apa yang
kami lakukan tadi malam karena kami tiudr sekamar tapi tentu tidak
melihat secara langsung seperti sekarang.
Ida:”Aagh tolong Tin, aku diperkosa pakDendi” ucap Ida pura-pura.
Aku pun kembali menggenjot Ida setelah sempat berhenti tadi. Titin pun melewati kami.
Titin:” Permisi pak, mau ke kamar mandi” ucapnya dan sepertinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Saya pun mempercepat sodokan kontol saya ke memek Ida.
Ida:” aaagh, bebz uuh, kamu bikiiin aku maluuu, aku kamu zinahi dan di lihat Titin”
Saya:”Biar Titin tahu kamu istri yang bener-bener nakal, suami kamu lagi
pergi nengokin saudaranya yang sakit, kamu malah nyimpen lelaki di
rumah terus berzinah”
Ida:”Uuggh ampun enak..uugh abis enak kontolnya si laki-laki itu bebz aaaahh”
Ploook..ploook..plook benturan pantat Ida dan paha saya terdengarnyaring.
Rintihan Ida pun pasti bisa di dengar Titin dari dalam kamar mandi.
Ida:”aaah..aaaah…aaahhh” Ida pun mendesah.
Saya:”Bebz aku gak terima peju aku…” ucap saya sambil menyodokan kontol saya sedalam mungkin.
Ida:” Aaagh, jangan di dalam” tapi terlambat sudah.
Croooot…croooot..crooott sperma saya sdh keluar membasahi memek Ida
walau tak banyak.
Ida:” Aah, kenapa dibucatin di dalem momok aku ih”
Sambil menoleh kebelakang tapi langsung saya lumat bibirnya yang tampak sudah memakai lipsik warna merah muda.
Kami pun saling berciuman dengan posisi saya masih memeluk Ida dari belakang dan kontol saya masih terbenam di memek Ida.
Lidah kami saling bertautan. Lalu tak lama terdengar pintu kamar mandi dibuka kembali.
Saya pun menoleh ke belakang, dan tampak Titin keluar dari kamar mandi,
seperti tidak terjadi apa-apa Titin berjalan menuju kompor dan
menyalakannya. Dia tampak mau memasak.
Ida:” Udah bebz ah lepaskan, Tin, kamu gorengin Ikan yang ada di kulkas ya, saya mau mandi lagi, kotor lagi memeknya Ida nich”
Titin menoleh ke Ida yang masih berada dalam pelukan saya.
Titin:” Ia teh”.
Saya pun melepaskan pelukan saya terhadap Ida dan menarik kontol saya dari memek Ida.
Ida:” Aaah bebz, aku udah siap-siap mau kerja, kamu masih ngewein aku,
basah nich cangcut aku juga” ucap Ida sambil melepas celana dalam
hitamnnya yang nampak basah.
Saya:”Hehe, maaf bebz, abis pakaian kamu bikin aku terangsang”
Ida:” Ia, tadi aku belum selesai dandan, takutnya gak sempat nyiapin
makanan, jadi aku baru pakai kemeja aza dan bawahannya cuma pakai
cangcut doang”
Titin:” Maaf tadi titin lagi siram bunga di depan teh, jadi belum siapin buat masak, soalnya biasanya agak siangan masaknya”
Ida:” Ia, gpp, karena ada tamu yang maunya ngewein aku mulu jadi
buru-buru” Ucap Ida sambil berjalan menuju kamar mandi dan menenteng
celana dalamnya bagian bawahnya terbuka karena kemejanya pendek.
Saya:” bebz, mau mandi kah? Bareng”
Ida:” Nggak, nyuci momok doang, males tadi udah mandi, kamu tunggu
bentar bebz” ucap Ida sambil masuk ke kamar mandi dan menutup pintu.
Saya pun menunggu di luar kamar mandi, saya lihat Titin cuek saja dia sudah mulai masak.
Saya pun mendorong pintu kamar mandi dan langsung masuk ke dalam. Ternyata Ida lagi jongkok, rupanya dia sedang pipis.
Ida:”Ahh, koq malah ikut masuk”
Saya:” Hehe, jdi bisa lihat kamu lagi pipis”
Ida pun kemudian cebok dan membersihkan dirinya.
Ida kemudian berdiri.
Ida:”Bebz, nakal banget sich, mentang-mentang suami aku lagi gak ada, aku kamu zinahi mulu hehe”
Saya:” Mumpung, toh kamunya juga mau hehe” ucap saya sambil menepok pantat Ida yang polos saat dia keluar dari kamar mandi.
Ida:” Aww, merah nich” kulihat pantat Ida yang putih pun tampak bekas merah dari tangan saya.
Ida pun segera keluar dan menutup kembali pintu kamar mandi.
Saya segera mandi dan badan saya pun terasa segar.
Setelah selesai saya pun segera keluar dari kamar mandi dan tak Nampak Ida di dapur.
Saya segera masuk ke dalam kamar Ida. Tampak Ida sedang berdandan. Ida
sudah mengenakan celana jeans warna biru dan jilbab warna hitam.
Dia pun tersenyum melihat saya.
Ida:” Kamu kerja gak bebz?
Saya:” nggak, aku mau pulang ke rumah, aku dah izin pak Hendro tadi
malam,kamu gak mandi lagi kan habis dientot” ucap saya sambil mengambil
pakaian saya.
Ida:”huh, males ah, kamu tuch sange mulu, sampai kebas memek aku”
Ida:” Eh Kamu gak pakai cangcut aku lagi aza, sempak kamu kan kotor bebz”
Saya:” Gak, ketahuan Dewi bisa berabe, lagian kamu suka banget kalau aku pakai cangcut kamu”
Ida:” Hehe, lihatnya gimana gitu, lucu, gundal gandul kontol kamu bebz”
Saya pun segera mengenakan pakaian saya yang kemaren.
Setelah selesai saya dan Ida pun keluar kamar untuk sarapan Pagi.
Kami pun segera sarapan pagi.
Selesai sarapan kami pun ngobrol sebentar.
Ida:” Lemes aku bebz, berapa kali aku dientot sama kamu”
Saya:” Tapi enak kan..”
Ida:” Hehehe, ia enak bebz, kala kita laki bini tiap malam kita ngentot, kamu gak usah nyari yang lain”
Saya:” Hehe,itu variasi aza bebz, ya udah bebz aku mau pulang ke rumah ya”
Ida:” Ok bebz, ini udah jam 7 lebih, aku juga mau berangkat”
Akhirnya saya pun segera pamit kepada Ida untuk pulang ke rumah. Saya
berangkat duluan, sementara Ida entah apa lagi yangdia lakukan. Saya pun
memacu kendaraan saya, tapi jalanan di pagi hari cukup padat meski ada
dua jalur membuat saya sedikit menahan laju kendaraan.
Saya pun lebih memperlambat laju kendaraan saya, saya pun membukan ponsel saya karena semalam tidak sempat.
Saya lihat ada balasan pesan dari istri saya.
Wife:” Oh, ya udah pah, ggp, dari pada capek, istirahat saja, besok pagi baru pulang”
Selain itu saya lihat ada pesan WA juga dari Mega.
Mega:” Den, kapan kita ketemuan, kita ketemuan di hotel aza, biar tenang”
Saya pun segera membalas pesan dari Mega.
Saya:” Hehe, teteh kangen ya dengan sodokan kontol aku” segera saya
kirim. Tapi tak langsung ada jawaban, mungkin dia sudah mulai
beraktivitas. Selang 10 menitan ada pesan masuk kembali.
Ternyata Mega membalas pesan saya.
Mega:”Kamu mah mikirnya selangkangan mulu,wik-wik mulu, ada yang mau aku omongin”
Saya:” Kalau ada yang mau diomongin sekarang saja bisa” saya pun membalas pesan Mega.
Mega pun langsung membalas pesan saya.
Mega:” Gak bisa, mending ketemuan”
Saya:” Oh, ngomongnya mau sambil wik-wik?Ya udah, nanti aku kabarin,
kebetulan ini lagi nyetir” dan saya pun mengirimkannya kembali ke Mega.
Mega pun dengan cepat membalas.
Mega:” ya pasti, gak dikasih pasti aku kamu perkosa hehe, ok Den, nanti kabarin”
Saya pun sempat mampir membeli makanan buat orang rumah, karena oleh-oleh yang saya bawa kemaren mungkin sudah dingin.
Akhirnya saya pun sampai di rumah. Saya lihat Bu Heti sedang menyapu
halaman. Tak nampak mobil istri saya, kemana lagi dia. Bu heti pun
segera membuka pintu pagar. Saya pun segera masuk ke dalam dan memarkir
mobil saya.
Saya pun segera keluar dari mobil.
Saya:” Bu, istri saya pergi ya?
Heti:”Lagi antar neng Intan ke sekolah”
Saya:” Oh,tapi koq belum pulang ya jam segini,” saya pun membuka bagasi
mobil dan mengeluarkan oleh-oleh dan meminta bu Heti untuk membawakan ke
dapur.
Saya pun segera masuk ke dalam rumah. Saat melewati ruang tengah atau
ruang keluarga saya melihat Lestari sedang senam. Rajin juga dia.
Lestari memakai baju kaos lengan panjang dan celana legging hitam dan
mengekan sepatu olahraga yang aku gak tahu kapan dia beli, kemaren
dengan saya hanya membeli baju biasa. Mengenakan jilbab putih dan masih
menggunakan kaca mata. Membuat dia terlihat menarik. Pantatnya
bergoyang-goyang dan bulatan cdnya terlihat dengan jelas.
Saya pun berniat meremas pantatnya tapi keburu dia melhat saya.
Lestari:”Eh kamu sudah pulang Den”
Saya:” Ia, baru datang mbak, aw” saya kaget karena tiba-tiba Lestari
menginjak kaki saya, apalagi dia mengenakan sepatu. Terasa kaki saya
sangat sakit.
Lestari:” Hehe, itu karena kamu sudah sodomi aku dan sekarang bikin aku sakit mau beol”
Saya:” Oh, masih sakit to” ucap saya sambil meremas pantatnya dan lalu lari membawa laptop saya masuk ke dalam kamar.
Lestari:” Dendi, awas nanti kontol kamu aku pelintir” ucap Lestari sambil teriak
Di dalam kamar segera saya mengganti pakaian saya dan memasukan pakaian kotor saya ke dalam mesin cuci.
Saya pun segera tiduran di kasur. Saya heran kenapa istri saya begitu
lama mengantarkan Intan sekolah saja sampai sekarang dia belum balik.
Akhirnya saya pun tertidur.
POV WIFE
Setelah suami saya pergi, saya pun segera pergi ke kamar untuk mencari Bi Lestari.
Anak-anak aku suruh nonton tv saja. Saat ku buka pintu kamar tampak Bi
Lestari sedang duduk, dia hanya memakai pakain dalam saja.
Saya pun segera menghampirinya.
Saya:” Cie..cie, baru bangun nich, habis kerja keras ya?
Lestari tampak menatap saya dengan tajam, tatapan matanya membuat saya sedikit takut.
Lestari:”Suami kamu, aku disodomi wi, sakit banget dan satu lagi kamu harus jelasin semuanya”
Saya terkejut mendengar perkataan Lestari. Aku tak menyangka bahwa Bi
Lestari telah disodomi oleh Dendi suamiku. Aku mengerti sakit yang dia
rasakan, karena aku juga pernah merasakan betapa sakitnya saat pertama
kali aku disodomi oleh Pak Bob.
Saya berusaha tetap tenang di depan Bi Lestari.
Saya:” Ia,bakal Dewi ceritain semuanya Bi, koq bisa bibi disodomi mas Dendi?
Lestari:”Ia, dia maksa Wi, aku udah berontak, tapi ya mana kuat lawan tenaga dia”
Saya:” Jadi dia tetap maksa biar bibi sudah menolak?
Lestari:” Ia,sakit banget wi, bisa susah kalau mau beol,paling ada yang luka di dalam”
Saya:” Biar aku marahin nanti suami aku Bi”
Lestari:”Sekarang kamu ceritain Wi, semuanya, aku gak nyangka kamu, Mega bisa seperti itu”
Saya:” Ia bi, bakal aku ceritakan semua, gak ada yang ditutup tutupi”
Saya pun mengajak Lestari keluar dari kamar, Lestari memilih mandi dulu.
Saya pun duduk di sofa depan tv sambil menonton.
Lestari pun muncul dengan pakaian yang sudah rapi. Kemudian dia pun duduk di samping saya.
Lestari:” Ayo Wi. Ceritain dong…”
Saya:” Apa bibi tidak sarapan dulu, kalau kami sich sdh di rumah kak Mega”
Lestari:” Gak usah Wi, nanti saja”
Saya pun mulai menceritakan awal mula kenapa saya jadi begini, mulai
dari percakapan dengan Dendi kalau saat mau berhubungan badan dan
tentang fantasi kami, lalu sampai pristiwa main bertiga dengan Fadli,
akupun menceritakan kisahku menjadi pelacur pertama kali saat aku di
booking Om Bob, ini sengaja aku ceritakan juga karena ada maksud
tertentu yang aku rencanakan untuk Lestari nanti dan kejadian di villa
dan petualangan ku selanjutnya termasuk dengan Mega, hanya cerita dengan
David yang tak aku ceritakan.
Lestari tampak tertegun, mungkin dia tidak percaya.
Saya:” Begitu ceritanya Bi, bibi pasti gak nyangka kan…”
Lestari:” Ia, tapi sejak aku pergi dengan Dendi aku mulai merasa ada yang ganjil, rupanya ini”
Saya:”Ya, kehidupaan begini ada baiknya dan tentu banyak buruknya
bi,dilarang secara agama karena tentu kita harus setia sama suami yang
sah, tapi juga disisi lain kita menikmatinya dan keterbukaan sama suami
membuat kita tetap saling percaya dan hubungan dengan suami tetap baik”
Lestari:”Apa mas Juna bisa seperti ini ya….”
Saya:” Kalau melihat mas Juna yang seperti bibi ceritakan, aku yakin
bisa banget, Cuma yang tidak tahu apa mas Juna mirip dengan Dendi senang
melihat istrinya diewe sama orang”
Lestari:” Aku harus mencari tahu Wi”
Saya:” Aku dukung bibi, kalau bibi butuh bantuan aku”
Saya:” Ceritain dong bagaimana tadi malam akhirnya Dendi berhasil menyetubuhi bi Lestari”
Lestari:” Sebenarnya Wi, aku sudah dientot Dendi suami kamu semenjak aku tiba di sini…”
Saya:” Hah, maksud bibi gimana?
Lestari:”Jadi, waktu kami belanja pakaian itu, pulangnya kan malem, jadi
bukan mengantar sekertaris Dendi, siapa aku lupa namanya..?
Saya:” Ida?
Lestari:” Ia, soalnya Ida tinggal di daerah Dago di tempat orang tuanya,
suaminya lagi pulkam, jadi kita gak ngantar dia ke jatinagnor” Ucap
Lestari yang lalu terdiam sejenak.
Lestari pun meneruskan ceritanya.
Lestari:” Jadi setelah pulang dari mengantar Ida, aku dan Dendi pergi ke penginapan Wi, di sana aku dan Dendi suamimu ewean”
Aku pun terkejut, ternyata suamiku sudah pintar berbohong, bukan aku saja.
Saya:” Aku masih bingung Bi, gimana caranya suamiku Dendi merayu bibi hingga bibi mau diewe sama suamiku?
Lestari:” Ya, gitu, dari bareng sampai di mall, dia udah jelalatan mulu
Wi, terus dia muji-muji aku, masih terlihat muda, cantiklah, semoklah,
entah kenapa aku senang, terus ya aku lama gak disentuh suami aku,
sampai terjadilah…, maafin aku ya Wi”
Saya pun menarik nafas panjang, untuk bagian yang ini saya benar-benar
tak menyangka, ternyata suamiku pintar juga menyembunyikan sesuatu dari
diri saya.
Saya:” Ia gpp Bi, masih bagus kalau gitu, berarti suamiku orang kedua
yang menyentuh bibi, bukan rampok yang malam itu memperkosa bibi”
Lestari:” Ia Wi, aku juga bingung apa itu hukuman, karena shubuhnya aku malah diperkosa sama perampok”
Saya:”Udah, itu gak usah dipikirin, aku mau nanya sesuatu, tapi bibi jangan marah ya?
Lestari pun menatap saya dengan penuh heran.
Lestari:” Nanya apa Wi?
Saya:” Bibi mau gak jadi pelacur seperti saya?
Lestari:” Hah?
Saya:” Ia bi, jadi pelacur, enak lho jadi pelacur itu, Cuma tinggal ngangkang kita lalu dapat duit hehe”
Lestari:” Kamu lagi hamil, memang masih mau lanjut jadi pelacur?
Saya:” Ia bi, saya perlu duit banyak, pengen renovasi rumah jadi mau
nyari pelanggan lagi, itupun kalau bibi mau, bayangkan sensasinya, apa
kata mas Juna kalau dia tahu bibi jadi pelacur, anggap aza buat membalas
perbuatan dia”
Lestari tampak berfikir cukup lama, dia tentu masih tak menyangka dengan kehidupan saya sekarang.Lestari pun akhirnya menjawab.
Lestari:”Ia wi aku mau..”
Saya:” Mantap kak, Cuma sekarang aku lagi bingung gimana nyari tamu, aku udah pakai medsos bi, tapi masih agak khawatir”
Lestari:” Gimana kalau kamu tanya si Pak Bob?
Saya:” Oh iya, kenapa aku gak kepikiran nanya sama si Bob, ia bi, ide brilian”
Lestari tampak mengacungkan jempolnya.
Saya:” Aku juga punya rencana bi, sedikit merubah penampilan”
Lestari:” Maksud kamu, kamu mau copot jilbab gitu?
Saya:” Awalnya gitu, tapi gak dech bi, justru dengan berjilbab kita
menjadi terlihat ekslusif, itu yang membuat harga kita bisa lebih tinggi
dari pelacur kebanyakan, apalagi dengan status kita yang masih punya
suami, orang-orang itu bangga kalau bisa ngentotin bini orang”
Lestari:” Terus mau ubah penampilan gimana?
Saya:” Aku mau pasang tato Bi…”
Lestari:” Aku juga pengen dari dulu tuch pasang tato, tapi nggak dech, sakit”
Saya:” Ia juga bi, tapi jangan pikirikan sakitnya, pikirkan hasilnya”
Lestari pun tampak berpikir kembali.
Lestari:” Memang kamu mau bikin tato apa Wi dan kenapa?
Saya:” Tato apa ya, pokoknya biar kelihatan lebih binal bi,jadi pelanggan lebih puas sama kita”
Lestari:” Kamu harus ijin Dendi dulu?
Saya:” Pastinya ia”
Lestari:”Tadi malam Dendi pun ngerekam waktu kami ewean Wi”
Saya:” Ia kah Bi?
Lestari:” Ia, apa aku ambil beberapa screen shoot dan kirim ke mas Juna?
Saya:” Kalau Bibi berani sich…”
Lestari:” Yaitu aku belum berani”
Saya:” Ya udah, jangan dulu, nanti aku pkirikan caranya, lebih baik
pelan-pelan jangan langsung kirim gambar atau photo yg begitu dulu”
Lestari:” Ok Wi, bibi gimana kamu aza”
Kami pun mengakhiri pembicaraan kami. Lestari pergi untuk makan. Sementara saya iseng-iseng mengirim pesan Wa ke Om Bob.
Saya:” Apa kabar Om….?
Ternyata langsung mendapat balasan, mungkin orang ini memang tidak ada kerjaan
Om Bob:”Eh tumben, kabar aku baek, kamu kangen aku ya…?
Saya:” Ia nich, habis dari puncak koq gak pernah kontak Dewi?
Om Bob:”Ia, soalnya om Sibuk, harus keluar pulau terus ngurusin bisnis..”
Saya:”Ngurusin bisnis apa cari memek?
Om Bob:”Haha, ngurus bisnis, kalau memek di Jaw* banyak, sekarang saja
aku lagi di Papu*, ngurusin bisnis Sawit aku sama temen nich di Nab*re”
Saya:” Oh jauh banget om…” Ya ternyata orangnya lagi gak ada di Bandung, tadinya aku mau ajak ketemuan.
Om Bob:” Memang ada apa? Masih 10 hari lagi aku balik ke Bandung”
Saya:” Aku perlu uang Om…”
Om Bob:” Coba kamu mau jadi istriku, kamu gak pelru mikirin soal uang hehe”
Saya:”Hehe, Om carikan temen Om seperti Ko Halim dulu yang mau booking aku”
Om Bob:” Oh, padahal aku juga kangen kamu Wi, nanti saat aku pulang aku akan booking kamu ya”
Saya:” Siip Om, sementara carikan temen Om dong, yang royal dan tajir”
Om Bob:” Siap, nanti aku kabari ke kamu ya…sama si Halim lagi mau gak, dia katanya inget kamu terus”
Saya:”gak ah, dia kurang jantan om, saya ada barang baru juga nich” sambil aku kirim photo Bi Lestari.
Om Bob:” Milf, tapi kayak pernah ketemu…?
Saya:” Inget-inget aza Om, bye…aku mau pergi dulu” saya mengirim pesan terakhir untuk mengakhiri percakapan saya dengan Om Bob.
Om Bob:” Ok, banyak temen aku, nanti aku kirim dia photo kamu, terus dia yang bakal kontak kamu langsung”
Saya:” Siip”
Hari ini pun berlalu, saya mendapat kabar suami saya tidak pulang karena
masih lanjut meeting sampai sore, saya mulai ada rasa curiga karena
Dendi sudah berani bohong sama saya, tapi saya berpikir positif kali ini
memang dia benar harus meeting sampai sore, dan kasihan kalau harus
pulang malam-malam.
Besok paginya saya pun bersiap mengantarkan Intan ke sekolah. Tiba-tiba ada sebuah panggilan telepon….
POV SUAMI
Saya tertidur sampai saya dibangunkan oleh istri saya.
Wife:” Bangun Pah, udah siang, makan dulu udah mamah siapin”
Saya pun terkejut dan melihat jam di tangan saya. Ternyata sudah jam setengah sebelas.
Ku lihat istri saya bediri di samping ranjang, mengenakan baju panjang
warna putih motif polkadod dan bunga yang ngepress, membuat bentuk dan
lekuk tubuhnya tercetak tapi yang menarik perhatian make up istri saya
begitu tebal, dia pun memakai lipstick warna merah merona, meski masih
memakai jilbab penampilan istri saya sungguh beda dari biasanya.
Saya pun menatap istri saya dari atas sampai ke bawah, tidak biasanya dia berpenampilan menor begini.
Saya:” Kamu dari mana mah? tanya saya penuh selidik. Istri saya pun menangkap kecurigaan saya
Wife:”Mamah habis antar Intan ke sekolah lalu belanja di mall Pah, dan jemput Intan lagi”
Saya:”Bukannya mall rata-rata buka jam sepuluh?
Wife:” Maksud mamah supermarket gitulah” jawab istri saya seperti sedikit gugup.
Saya:” Oh, memang belanja apa saja?
Wife:”Kebutuhan sehari-hari Pah”
Saya:” Tapi koq mamah beda banget hari ini, gak bisanya dandannya menor banget?
Wife:” Memang gak boleh? Ucap istri saya sedikit ngegas.
Wife:” Papah, kenapa bohong sama mamah?
Saya:” Bohong apa?
Wife:” Bohong apa, pintar kali papah menyembunyikan kebusukan Papah”
ucap istriku yang seketika membuatku khawatir jangan-jangan dia tau aku
mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membelikan Ida mobil.
Saya pun segera duduk dipinggir ranjang dan berusaha mengontrol diri saya dan berucap secara pelan dan lembut.
Saya:” Maksud mamah gimana? Papah gak ngerti”
Istri saya pun segera duduk di samping saya dan memasang wajah cemberut dan jutek.
Wife:”Kenapa papah bohong sama mamah, kalau waktu nganterin Bi Lestari
belanja papah tidak mengantar Ida ke Jatinangor, tapi malah ngamar sama
Bi Lestari”
Deg…seketika wajah saya terasa panas dan pasti terlihat pucat.
Saya:” eeeu, itu…” saya bingung mau jelasinnya.
Wife:” Yang bikin mamah sakit hati bukan karena papah main perempuan
lain atau pun karena papah ada affair dengan bibi aku sendiri, malah aku
sendiri udah mendorong papah untuk bisa nidurin bi Lestari” ucap istri
saya dengan nada yang masih tinggi.
Istri saya kemudian melanjutkan omongannya.
Wife:” Bukan itu, tapi papah yang tidak jujur, kenapa gak jujur aza
sich, memang aku bakal cemburu, komitmen kita dari awal saling terbuka
kan?
Saya seperti seorang murid yang lagi diamuk gurunya, saya pun bingung
mau menjawab apa, dan saya pun gak ngira istri saya akan marah begini,
awalnya tadi dia bgitu lembut waktu membangunkan saya tapi ketika saya
seperti mengintrogasi dia dia balik marah ke saya. Masih ada rasa curiga
dalam hati saya, istri saya sepertinya tidak akan marah kalau saya
tidak bertanya masalah penampilannya.
Wife:”Kenapa gak jawab Pah, jangan-jangan gak cuma sama Bi Lestari papah
bermain di belakang mamah, sama Ida atau sama yang lainnya”
Saya pun masih diam seribu bahasa, saya bingung mau menjawab apa.
Istri saya menjatuhkan badannya hingga terlentang di atas kasur. Saya
pun menatap dia, tampak wajahnya seperti mau menangis. Hati saya pun
langsung terasa remuk.
Saya pun segera memeluk istri saya.
Saya:” Maafin papah mah, Papah jadi kebablasan, tapi papah pastikan
takpernah pakai perasaan, cumasekedar seks saja” ucap saya sambil
memeluk Dewi.
Istri saya menatap wajah saya.
Wife:”Ia, mamah maafin, karena mamah sayang sama papah” ucapnya tapi terasa datar.
Saya pun berguling ke samping dia.Saya pun terdiam tanpa bicara lagi.
Wife:”Ayo makan Pah, maaf mamah tadi emosi” ucap istri saya, sekarang ucapannya terasa lembut.
Saya:” Aku gak lapar mah”
Wife:” Ayo bangun, jangan sampai aku marah lagi lho”
Saya pun segera berdiri. Istri saya lalu keluar dari dalam kamar dan saya mengikutinya dari belakang.
Dari belakang aku dapat melihat bayangan celana dalam dan bh istri saya
karena tipisnya pakaian yang dia kenakan dan begitu ketat.
Ku lihat Intan sedang menonton tv dan masih mengenakan seragam TK, sementara Revan duduk dipangkuan Lestari.
Wife:” Bi ayo makan bareng”
Lestari:” Masih kenyang aku wi, ini baru jam setengah sebelas”
Wife:” Ya udah, aku temenin pejantan aku makan ya” ucap istri saya.
Lestari:” Haha, ya udah sana”
Wife:” Intan ayo makan dulu”
Intan:” Gak mau nanti sama tante lestari”
Wife:” Yau udah”
Kami pun segera menuju meja makan.
Istri saya segera menyodorkan piring. Saya pun segera makan. Kami berdua
tak banyak bicara, sampai saya pun selesai makan. Sepertinya suasana
belum benar-benar mencair.
Wife:” Udah makannya Pah? Gak nambah?
Saya:” Udah mah, cukup, udah kenyang”
Istri saya pun segera berdiri dan membereskan piring bekas saya makan. Sementara saya masih duduk di kursi.
Wife:” Kenapa Pah, cemberut terus kamu?
Saya:” Aku biasa aza mah”
Wife:” dari tadi diem terus…” ucap istri saya sambil berlalu membawa piring dan menaruhnya di tempat cuci piring.
Istri saya lalu kembali dan duduk di kursi kini di samping saya. Dia pun menghadap kepada saya.
Wife:” Papah tersinggung atau marah karena ucapan mamah tadi?
Saya:” nggak, memang papah yang salah koq…” ucap saya sambil melihat ke
tempat lain, berusaha menghindari bentrokan mata dengan istri saya.
Wife:” Terus kenapa diem terus?
Saya:” Karena mamah juga diem, jadi papah masih merasa bersalah terus”
Istri saya lalu bangkit dari duduknya dan duduk dipangkuan saya. Istri saya kemudian mengecup bibir saya.
Wife:” Kalau udah berantem begini, harus dibicarainnya di ranjang Pah, sambil ewean” ucapnya berbisik di telinga saya.
Saya:”Sekarang…papah juga sange sebenarnya liat mamah berpakaian begini?
Wife:” Iaaa…sekaraaaang, kenapa pah? Papah bisa lihat wana cangcut dan
kutang aku dari luarkan? ucapnya kembali berbisik di telinga saya sambil
mendesah.
Saya:” Ia, mamah nakal banget”
Sebenarnya badan saya masih letih karena saya habis menguras tenaga
bersetubuh dengan Ida, tapi tak mungkin saya menolak dan penampilan
istri saya pun membuat saya konak.
Saya:” Anak-anak gimana, ini kan mau tengah hari bolong?
Wife:”Biarin kan ada bi Lestari, lagian kadang-kadang kita ewean depan
anak-anak paaah” Ucap istri saya sambil menghembuskan nafasnya di dekat
telinga saya.
Saya:” Ya udah, ayo turun” ucap saya meminta istri saya turun dari pangkuan saya.
Wife:”gak mau, pangku aza” ucapnya manja.
Saya pun kemudian membopong istri saya menuju kamar saya.
Mau tak mau kami pun harus melewati ruang keluarga dan tampak Lestari
sedang bermain-main dengan anak-anak. Dia pun dengan segera menangkap
kehadiran saya yang sedang membopong Dewi.
Lestari:” Cie..cie..baru dua malem gak dikeukeupin, siang-siang gini langsung maen angkut aza si Dendi”
Wife:” Ia Bi, maen seret aza, titip anak-anak ya Bi, aku mau wik-wik dulu, eh Intan koq belum ganti baju?
Intan:” Nanti mam”
Lestari:” Nanti saja, biar anak-anak aku ajak makan dulu, kebetulan aku juga laper”
Wife:” Kalau mau nanti nyusul, biar anak-anak sama Bu Heti”
Lestari:” Gampang, tapi bool aku masih sakit abis disodomi suami kamu”
Wife:” Ya udah..”
Saya:” Udah mah, berat” ucap Saya yang lalu segera membawa istri saya masuk dalam kamar.
Lalu saya banting dia ke kasur dan langsung saya tindih.
Wife:” Ah, kasar amat Pah,mmmmpz” karena saya langsung melumat mulut istri saya.
Cukup lama kami berciuman. Saat tangan saya hendak kancing bajunya yang
ada 3 biji di depan, tangan istri saya menahan tangan saya.
Wife:” Pah, mamah mau cerita boleh? ucap istri saya, sementara tangan dia justru masuk dan menggenggam kontol saya.
Saya:” Ia, cerita apa mah?
Istri saya malah duduk sambil menurunkan celana pendek saya beserta
celana dalam saya dan tangannya mulai mengocok-ngocok kontol saya.
Wife:” Jadi, waktu mamah ke rumah kak mega..”
Saya:” Mamah mau cerita waktu dientot si Wily, papah udah lihat dari video call”
Wife:” Bukan itu ih..dengerin dulu jangan maen potong aza” ucap istri saya.
Istri saya pun melanjutkan omongannya.
Wife:”Jadi waktu mamah sampai di rumah kak Mega, mamah liat rumah kak
Mega begitu besar Pah, dia punya kolam renang juga dalam rumahnya, terus
mamah jadi kepikiran untuk renovasi rumah kita”
Waduh, bisa berabe kalau istri saya mengecek tabungan saya.
Saya:”Sabar dulu mah, biar kita ngumpulin dulu uangnya atau kita beli
rumah baru yang lebih besar yang ada kolamnya, kalau renovasi rumah
sekarang, kayaknya gak maksimal juga, kalau mau punya kolam renang mau
dibikin di mana…?
Ucap Saya.
Wife:” Wah, kontol Papah langsung lemes denger mamah mau renovasi rumah
hihihi…” Ucap istri saya sambil membolak balik kontol saya yang setengah
menegang.
Wife:” Tapi, mamah jamin bentar lagi juga keras” ucap Istri saya.
Sebenarnya badan saya letih akibat bertempur dengan Ida yang membuat
gairah saya sedikit berkurang apalagi permintaan istriku barusan yang
bisa melubangi dompet saya.
Wife:”Mamah gak minta duit sama papah koq tenang aza, tabungan mamah
juga banyak dari hasil melacur dulu dan dari si David dan Mr Lee, mamah
rasa cukup buat renovasi rumah, malah masih sisa, tapi tentu mamah harus
punya back up juga, jadi mamah mau izin sama papah, terima bookingan
lagi ya…”
Saya sedikit lega istri saya akan menggunakan tabungannya sendiri. Tapi terus terang tidak suka kalau istri saya dibooking lagi.
Saya:” Gak ada cara lain mah, kamu kan lagi hamil masa mau kerja begitu lagi..biar papah tambahin uang papah dech?
Wife:” Gak usah Pah, tenang aza, nanti yang booking mamah, harus mau
maennya di rumah kita, dan Cuma malam minggu aza, seperti yang pernah
mamah omongin sama Papah, Papah jadi germonya, nanti biar dia transfer
ke rekening papah gimana, hihi mulai agak keras lagi ini”
Entah kenapa saya jadi excited mendengar istri saya aka nada yang booking di rumah sendiri.
Istri saya pun melanjutkan omongannya.
Wife:” Nanti mamah kasih syarat juga, orang yang booking mamah harus mau
kalau tiba-tiba papah juga mau gabung ngewein mamah, gimana Pah boleh
kan?
Saya:” Hempz, pasti kalau papah larang juga mamah bakal merajuk, ia,
tapi kalau papah ada maen di luar seperti tadi pagi langsung marah”
Wife:” Itu kan lain cerita papah gak jujur, aku kan izin dulu sama kamu Pah”
Saya:” Ok, terserah mamah, tapi orangnya harus bisa dipastikan bersih dan bisa jaga privasi kita”
Wife:” Ia, aku juga kan jadi pelacur bukan semata-mata karena uang pah,
tapi juga kesenangan hehe”, tinggal ngangkang doang dapat duit juga
dapat enak hehe” lanjut istri saya.
Tangannya masih mengocok-ngocok kontol saya.
Wife:”Terus soal kolam renang, biar kita bikin di belakang pah, kan
masih ada tuch tempat kosong, dulu mamah pakai buat jemuran, sekarang
kosong tak terawat, nanti kita beri tembok sebagai benteng dan atap Pah…
dari pada beli baru lama prosesnya”
Saya:” Ya, gimana mamah saja, mamah yang atur dech”
Wife:” Asyik hihi, siip” Ucap istri saya yang lalu mulai menghisap
kontol saya yang mulai mengeras. Tapi tak sampai 3 menitan dia kembali
melepaskan kontol saya dan duduk dan hanya mengocoknya lagi.
Wife:”Papah gak pengen tahu kenapa papah dandan begini tadi?
Saya pun terkejut, rupanya kecurigaan saya mulai terbukti.
Saya:” Ia, mamah gak biasanya tampil begini, ada apa ya?
Wife:” Hehe, jadi awal ceritanya begini Pah, kemaren aku kan
ngobrol-ngobrol sama Bi Lestari, dia intograsi aku, ya aku ceritakan
semua, sampai dia shock hihi, terus mamah ajak di jadi pelacur aza dari
pada mikirin suaminya selingkuh mulu, eh dia mau..hihih”
Saya:” Terus gimana lagi?
Wife:” Ya terus dia kasih saran ke mamah untuk nanya ke Om Bob..”
Saya:”Nanya apa?
Wife:” Siapa tahu ada temen dia yang mau booking kita Pah, nah aku pun terus hubungi Om Bob”
Saya:”Mamah jadi kontakkan lagi sama dia?
Wife:” Papah cemburu hehe, cinta mamah Cuma buat papah, tapi wajar papah
cemburu, Cuma dia dan Si david yang mamah kenal, kontolnya lebig besar
dari papah hehe”
Saya pun menjadi sedikit kesal tapi kontol saya malah makin keras.
Istri saya pun melanjutkan omongannya.
Wife:”Ternyata Om Bob lagi di Papu* pah, di Nabi*e kalau gak salah,
ngurusin bisnisny, jadi mamah minta dia carikan temennya dan
rekomendasikan mamah hehe, kayak apa aza ya, rekomendasi hihi”
Saya:” Terus hubungannya sama penampilan mamah hari ini…? Ucap saya tanpa sadar nada saya kembali meninggi.
Tapi kali ini istri saya menanggapi dengan santai.
Wife:” Papah cemburu ya…hehe”
Saya:” Ia, kalau-kalau seperti ke tempat si Wily tiba-tiba maen pergi aza”
Wife:” Itu karena Intan Pah, untuk bujuk dia aza, masih aza gak ngerti”
Saya:”Ia, tapi bisa kan ke rumah si Luna”
Wife:” Ia, tapi saat itu mamah pikir karena udah lama mamah gak ke tempat Ka Mega”
Saya:” Ya udah, ceritain kenapa mamah dandan cantik banget kayak seperti dulu kita nikah, pakai make up begini alis ditebelin”
Wife:” memang gak boleh mamah tampil cantik gini, papah gak suka?
Saya:” Papah malah suka, kalau bisa sering-sering, tapi kan mamah biasanya gak gini”
Wife:” Hehe, mamah biasanya apa adanya ya,ntr mamah sering-sering tampil
kayak gini kalau kita mau ewean biar papah tambah greng, jadi gini,
tadi pagi sebelum mengantar Intan sekolah mamah dapat panggilan dari
seseorang” ucap istri saya tanpa melanjutkan ucapannya malah menatap
saya.Kedua tangannya memegang kedua betisnya yang kini di tekuk. Kontol
saya dibiarkan ngacung sendiri.
Saya:” Panggilan dari siapa?
Wife:” Waktu itu, tidak ada namanya Pah, nomor tak dikenal, tapi mamah angkat, siapa tahu penting” ucap istri saya.
Sementara saya memasukan kembali burung saya ke dalam sangkarnya.
Istri saya pun melanjutkan omongannya.
Wife:” Ternyata dia laki-laki Pah, katanya namanya Tirta, ternyata dia ngaku dapat info dari Pak Bob dan ngajak mamah ketemuan”
POV Wife
Saat itu saya sudah bersiap untuk mengantar Intan sekolah. Intan masih
makan bersama Lestari, saya sedang memeriksa perlengkapan sekolah Intan
sambil duduk di depan TV. Lalu handpone saya berbunyi. Sayasegera
mengambilnya, kebetulan lagi saya charges di depan tv.
Tidak ada nama tertera di layar ponsel. Ah, siapa tahu penting, saya pun mengangkatnya.
Saya:” Hallo, Asalamuallaikum”
Dari seberang sana pun segera menyahut.
Penelepon:” Hallo, ini dengan Dewi ya…?
Saya:” Ia, ini siapa ya?
Penelepon:” Saya Pak Tirta, tapi panggil saja Tirta atau Om juga boleh,
saya temannya Pak Bob” Saya baru ngeh, tapi kenapa Om Bob tidak memberi
tahu saya dulu, sehingga saya tahu kalau orangnya mau telpon,untung
langsung saya jawab.
Saya:” Oh, Om Bob”
Tirta:” Ia Dewi, Om Bob dah cerita banyak tentang kamu, bisa kita ketemuan, kenalan dulu gitu”
Saya:” Gimana ya Om, saya mau antar anak saya sekolah”
Tirta:” Sekarang, gpp habis kamu antar anak kamu sekolah kita bisa ketemuan, kebetulan saya lagi di Bandung ini”
Saya;” Ia paling setengah jam-an lagi om” ucap saya.
Tirta:” Gimana, bisa tidak, habis kamu antar anak kamu, kamu ketemuan sama saya atau nanti saya jemput”
Saya:”Ya udah kalau om maksa, biar aku datang sendiri Om, aku ada mobil koq”
Tirta:” Oh, ok, boleh saya video call sebentar?
Saya:” Ok, boleh saja”
Tirta pun menutup panggilan. Tak lama muncul lagi panggilan dari Tirta kali ini panggilan video.
Saya pun segera menjawab panggilan tersebut.
Saya:” Aww” saya sedikit terpekik karena saya melihat seorang lelaki
telanjang bulat di atas kasur, sepertinya sebuah hotel. Rupanya Tirta
menaruh hpnya agak jauh dari dia. Sekilas saya melihat kontol Tirta
entah sudah bangun atau belum tapi lumayan besar.
Tak lama Tirta mengarakan kamera ke mukanya. Tirta ternyata belum
terlalu tua, paling menjelang 40 puluh, berkumis dengan rambut pendek
cepak, kulitnya putih bersih saat saya lihat tadi dan cukup berotot,
mungkin suka fitness.
Mantap Om Bob bisa saja pilihkan calon pelanggan buat saya.
Tirta:” Hehe, sorry, ternyata kamu cantik banget Dewi, gak salah Pak Bob rekomendasikan kamu ke saya”
Saya:” Bisa saja Om”
Tirta:” Ok Dewi, kita ketemuan di **** tahu kan?
Saya:” Ia Om, tahu dong.. kebetulan tidak terlalu jauh”
Tirta:” nanti kamu kabarin saya ya”
Saya:” Ok Om” Tirta pun menutup panggilan teleponnya.
Saat baru saja saya hendak berdiri, ponsel saya kembali berbunyi.
Ah Si Tirta ini ada apa lagi. Tapi saat saya mau menjawab panggilan tersebut, tertulis sebuah nama, Mr David.
Hati saya bergetar, bagaimanpun dia pernah mencuri hati saya tapi ada rasa amarah juga, mau ngapain lagi ini orang.
Saya pun kembali duduk dan menerima panggilan tersebut.
Saya sengaja diam dan akhirnya si David yang membuka pembicaraan duluan.
David:”Hallo….Hallo Dewi”
Saya:” Ia, ada apa lagi kamu menelepon saya?
David:”Saya tahu kamu marah sama saya Dewi, tapi coba kamu ngerti posisi
saya juga, saya punya keluarga, aku mau minta maaf sama kamu”
Saya:” Tidak perlu, saya tak butuh maaf dari kamu, udah gak usah ganggu saya lagi, paham”
David:” Dewi,please dengerin saya dulu, aku Cuma mau kita ketemuan saja dulu,aku beneran mau minta maaf”
Saya:” Ya sudah, kapan?
David:” Kalau bisa sekarang, kalau mau aku info lagi di mana kita ketemuannya”
Saya pun berpikir sejenak, karena hari ini saya juga mau jumpa Om Tirta.
Saya:” Ok, nanti aku info sama kamu, soalnya aku mau antar anak aku dulu
sekolah dan ada keperluan juga setelah itu, kalau selesai aku info ke
kamu nanti”
David:”Ok, makasih kalau gitu”
Saya:” Ia, saya pun menutup telepon.
Saya pun kemudian termenung, David lagi…Saya harus hati-hati jangan sampai main api lagi.
Saya pun kemudian pergi ke dalam kamar, saya pun berdandan awalnya biasa
saja karena mau ketemu Tirta tiba-tiba bayangan David bermain di
pikiran saya, enah kenapa saya berdandan agak beda dari biasanya. Saya
memakai make up yang cukup tebal, lipstick pun saya pilih yang berwarna
merah. Bulu alis mata pun saya tebelin. Saya pun memakai baju panjang
yang ketat dan ngepress ke badan. Selain berwana putih juga sedikit
tipis.
Saya pun berlenggak lenggok di depan kaca. Pinggul saya tercetak dengan
jelas, begitu juga garis cangcut saya tercetak dengan jelas dan sekilas
warna hitam cd saya membayang karena kain tipis gaun yang saya pakai.
Saya pun memakai pewangi dengan dosis lebih dari biasanya. Segera saya keluar dari kamar untuk mencari Intan.
Ternyata Intan sudah selesai makan, saya pun membawa Revan bersama saya
sebagai alasan saya mau jalan dulu dan minta Bi Lestari tunggu Rumah
karena sepertinya suami akan langsung pulang dan tak pergi ke kantor.
Segera saya pun memacu mobil saja menuju ke sekolah TK tempat Intan
bersekolah. Jarak rumah dengan TK tempat Intan bersekolah tidaklah
terlalu jauh. Setelah mengantarkan Intan saya pun segera kembali ke
mobil.
Saya pun segera melakukan panggilan ke Om Tirta dan langsung diangkat.
Saya:” Hallo Om, saya sudah siap meluncur”
Tirta:” Oh, Ok, saya tunggu”
Saya pun segera menutup panggilan saya dan melaju ke tempat yang sudah
di janjikan. 10 menitan saya pun sudah sampai. Saya tidak punya banyak
waktu dan harus bergegas.
Saya pun segera masuk ke sebuah café dan tak lupa memasang masker sambil
menuntun Revan, baru sadar kenapa saya harus bawa anak saya malah
repot, syukur tidak terlalu ramai, saya segera menemukan Om Tirta.
Tirta yang menyadari kedatangan saya segera berdiri dan mempersilahkan saya duduk.
Tirta:” Silahkan duduk Dewi”
Saya:” Makasih Om”
Tirta:” Mau makan apa?
Saya:” Minum orange juice saja Om, saya tidak bisa lama-lama, karena nanti harus jemput anak saya yang lagi sekolah”
Tirta:” Anaknya dipesenin saja?
Saya pun terpaksa memesan makan ringan saja buat Revan agar tidak berlama-lama.
Tirta:” Wah, padahal saya pengen ngobrol lama sama Dewi”
Saya:” Ia Om, maklum saya juga ibu rumah tangga”
Tirta:”Om Bob sudah cerita banyak tentang Dewi, jadi langsung ke intinya saja ya, kapan Dewi free?
Saya:” saya bisanya malam minggu Om”
Tirta:” Oh, masih beberapa hari lagi ya, tapi gak masalah ok saja, suami sudah kasih izin kan?
Saya:’ Ia om, tentu saja”
Tirta:” Saya tahu dari Bob, saya beberapa kali jadi patner bisnis dia…”
Saya:” Ia Om”
Tirta:” Biar saya booking hotel, bisa semalaman kan?
Saya:” Oh maaf saya belum jelaskan Om, saya bisanya main di rumah saja
sekarang Om, suami saya tidak mengijinkan saya dibooking keluar”
Tirta tampak sedikit terkejut.
Tirta:” Ia kah, terus gimana dengan anak-anak kamu dan ada orang lain selain suami yang tinggal se-rumah”
Saya:” Begini Om, sekarang saya punya syarat-syarat, kalau Om mau kita
lanjut ke atas ranjang, tapi kalau Om tidak bisa tidak apa-apa batal”
Tirta:” Wah,apa syaratnya?
Saya:” Pertama yaitu harus main di rumah saya, soal orang dalam rumah
bisa kami tangani termasuk anak-anak Om tidak perlu khawatir”
Tirta:” Ok, yang begini malah bikin saya semakin excited.
Obrolan kami terhenti karena pesanan datang.
Saya:”Yang kedua, kalau suami saya ingin ikutan nanti menyetubuhi saya, Om harus memperbolehkan”
Tirta:” Ok, malah makin seru, aku makin excited, ngentotin kamu di depan suami kamu”
Saya:” Yang ketiga uangnya harus ditransfer lebih dulu ke rekening suami
saya, terlepas dari om Puas atau tidak puas nantinya, karena bagi saya
sama saja tetap disetubuhi”
Tirta:” Ok, itu saja”
Saya:” Yang ke empat Om harus menjaga komitmen tentang kerahasian, untuk itu Om tidak boleh merekam apapun, begitu juga kami”
Tirta:” Banyak syaratnya, tapi aku sangat tertarik hehe, Dewi bisa buka maskernya aku ingin melihat kamu secara langsung”
Saya pun membuka masker saya kebetulan mau minum.
Tirta:” Wah, tidak salah Bob”
Saya:” Satu lagi, saya lupa, Om tidak boleh bertanya apapun kenapa saya
melakukan ini, maksud saya kenapa saya jadi pelacur, baik sama saya atau
suami”
Tirta:” Tidak masalah, Bob sudah banyak cerita”
Saya pun meminum minuman yang sudah saya pesan.
Tirta:” Jadi bisa minggu ini?
Saya:” Om berani bayar berapa untuk satu malam”
Tirta:” Harga kamu tentu tidak saya samakan dengan pelacur-pelacur
biasa, kamu sangat ekslusif bagi saya,kamu ibu rumah tangga, berjilbab,
cantik, mudah-mudahan cocok harganya, kalau kurang silangkan tulis” ucap
Tirta sambil menulis sebuah nominal di belakang kartu nama dia dan
memberikan ke saya beserta sebuah pulpen.
Saya pun segera menerimanya dan melihat angkanya, wow, lumayan banget,
tapi saya pun segera menulis sebuah nominal yang lebih tinggi, hanya
sekedar coba-coba, kalau dia menolak, saya akan tetap setuju dengan
nilai yang dia ajukan.
Saya pun memberikan kepadanya.
Tirta:” Ok, fine,deal”
Saya:”Saya akan memberikan informasi kalau jadi minggu ini ya om”
Tirta:” Harus jadi dong, saya minggu depan sudah harus ke semarang lagi”
Saya:” Om tinggal di sana?
Tirta:” Ia, saya orang sini, urang Bandung oge, tapi usaha saya banyak
di Jateng, eh saya boleh WA kamu kan, biar kita makin akrab, kalau bisa
kita ketemuan lagi setelah ini, saya bawa kamu jalan-jalan belanja di
mall”
Saya:” Ok Om boleh, tergantung persetujuan suami saya ya Om”
Tirta:” Ok Lah, saya suka penampilan kamu hari ini, kalau deal saya ingin kamu juga tampil seperti ini”
Tirta:”Boleh ceritakan tentang diri Dewi, eh maksudnya saya tentang tubuh Dewi”
Saya:”hempz, boleh, payudara saya segini, om lihat sendiri, kalau mau
tahu ukurannya nanti saja saat kita maen Om, om bisa lihat di kutang
saya, terus susu saya ada asinya, sempat berhenti tapi ternyata ada
lagi”
Tirta:” Wah asyik dong, terus Wi”
Saya:”Bulu ketek saya lebat Om, juga bulu memek, tidak apa-apa?
Tirta:” Its ok, saya malah makin penasaran” ucap Tirta dia melihat saya
dari atas sampai bawah” Dipandangi seperti itu saya pun senyum-senyum
saja.
Tirta:”Saya gak sabar Dewi”
Saya:”Hehe, nanti saya kabarin om, kalau suami aku ok, kita jadi sabtu ini, saya juga lagi hamil sekarang ini”
Tirta:” Hah, ok tenang saja saya mainnya slow saja, Siip, kamu gak makan saja?
Saya:” Cukup ini Om” ucap saya sambil menghabiskan minuman saya.
Saya:” Ok, kalau gitu saya pamit”
Tirta:” Yah, padahal saya masih pengen banyak ngobrol sama kamu.
Saya pun tak bisa lama-lama, segera saya pergi meninggalkan Tirta dengan
menuntun Revan. Saya sempat menoleh kembali ke Om Tirta, dia pun tampak
sedang memperhatikan saya, saya pun tersenyum dan kembali melangkah.
Tatapan Tirta sepertinya mengikuti saya, sepertinya dia
memperhatikanbaju saya yang menerawang sehingga memperlihatkan pakaian
dalam saya.
Setelah sampai di mobil saya pun segera menghubungi David. Setelah janjian saya pun menuju ke alamat yang di berikan David.
Tak lama saya pun sampai di sebuah restoran. Belum terlalu ramai karena
belum jam makan siang. Segera sambil menuntun Revan saya memasuki
restoran tersebut dan menuju nomor meja yang di berikan David. Tampak
orangnya sudah menunggu.
Saya pun segera duduk di hadapannya, si David sempat menyapa Revan juga.
David lalu membuka pembicaraan.
David:” Dewi kamu cantik sekali, Dewi aku mau minta maaf jika sikap aku
waktu itu menyinggung kamu, aku juga mau memberikan ini siapa tahu kamu
butuh lain waktu” dia memberikan sebuah amplop coklat berukuran sedang.
Saya:” Apa ini?
David:”Itu surat keterangan bahwa kamu pernah kerja di tempat kita, ya
walau kamu tak membuat penggunduran diri, aku tetap usahakan agar kamu
dapat surat tersebut”
Saya:” Ok, terima kasih, walau aku gak tau ini bakal aku gunakan atau nggak”
David:” Gimana permintaan maaf aku di terima?
Saya:”Ia, gak usah di bahas lagi”
David:” Syukurlah, berarti kita bisa seperti dulu lagi”
Saya:” Maksud aku bukan begitu, aku mau memafkaan kamu dan gak perlu
dibahas lagi, tapi aku juga gak bisa seperti dulu, kamu kembali ke istri
kamu, istri yang ingin kamu pertahankan, dan aku juga kembali ke suami
aku”
David tampak menarik nafas panjang. Lalu pelayan datang memberikan
daftar menu. Aku menolak untuk memesan apapun karena aku harus cepat
pergi. David pun terpaksa memesan sendiri.
Setelah pelayan pergi, kami pun melanjutkan obrolan kami.
Saya:”Tapi, jika kamu menginginkan pelayanan syahwat dari aku, kamu masih bisa”
David tampak terkejut.
David:” maksudnya?
Saya:” Ia, bisa, tapi kamu harus bayar, kalau deal kita bisa
melakukannya tapi harus di rumahku dan aku Cuma bisa malam minggu saja,
kebetulan suami aku tidak mengenal kamu, kamu tinggal bilang sama dia,
kamu sudah booking aku”
David tampak masih bingung.
Saya:” Kenapa?
David:” Aku masih belum paham kenapa harus di rumah kamu dan aku booking kamu?
Saya:” Itu syaratnya, anggap saja aku pelacur yang kalau kamu ingin
meniduriku kamu harus bayar, kalau mau kamu info aku, setelah deal harga
aku akan tentukan kapan tanggalnya. Sekrang aku harus pergi menjemput
anakku” Ucap Saya
Saya pun segera meninggalkan David yang masih bengong dan membawa Revan pergi.
Saya pun segera pulang dan menuju tk tempat Intan sekolah. Setelah
menunggu beberapa menit Intan pun selesai sekolahnya saya pun segera
membawa Intan pulang. Say sempat mampir di mini market dan membeli
beberapa kebutuhan rumah tangga.
Setelah selesai saya pun segera pulang ke rumah.
Sampai di rumah saya pun bertemu Bi Lestari yang memberi tahu saya kalau
suami aku sudah pulang. Saya tinggalkan Revan dan Intan dengan Bi
Lestari dan menuju kamar suami saya. Saya mendapati dia sedang tertidur.
Setelah membangunkan suami saya sempat bertengkar dengan dia, dia
sepertinya curiga dan cemburu dengan kepergian saya apalagi penampilan
saya seperti ini.
Setelah pertengkarankami agak reda saya pun mengajak suami saya makan,
selesai makan rupanya suasana belum juga mencair. Saya pun mengajak
suami saya berhubungan intim. Suami saya kembali menanyai saya. Saya pun
menceritakan semuanya kecuali tentunya pertemuan dengan David.
POV SUAMI
Istri saya pun menceritakan semuanya yang dia lakukan pagi ini.
Setelah itu istri saya pun mengajak saya bersetubuh.
Wife:” Ayo pah, kita ewean yuk”
Saya pun segera bangkit dan mendorong istri saya hingga terlentang.
Saya segera membuka kancing bajunya sehingga payudaranya yang tertutup
bh menyembul.Istri saya segera mengeluarkan kedua buah susunya dari
balik bhnya.
Wife:” Ayo pah, nenen, ada asinya lagi, sebelum nanti Om Tirta yang netek sama mamah”
Mendengar itu saya sedikit panas. Segera saya mencaplok susu milik istri saya.
Cuup..cuuuap…pap..pap…saya pun segera melumat pentil susu Dewi dan
menghisap asi miliknya. Sementara tangan istri saya menurunkan kembali
celana saya beserta celana dalam saya yang tadi sempat dia turunkan
juga.
Tangannya segera menggenggam kontol saya yang sudah menengang kembali dan mengocoknya pelan.
Wife:”uggh nikmat pah, abisin aza asinya uughh”
Saya pun meremas remas susu istri saya lebih kuat agar asinya keluar.
Setelah puas dengan susu istri saya, saya pun duduk dan melepaskan gaun
istri saya, istri saya pun duduk untuk memudahkan saya melepaskan baju
panjangnya melalui kepalanya.
Setelah lepas saya kembali membaringkan istri saya yang sekarang tinggal
memakai jilbab dan pakaian dalam. Saya pun melepaskan semua pakaian
saya dulu . Kini saya duduk di antara kedua paha istri saya. Saya tarik
turun celana dalamnya yang berwarna hitam gambar love kecil-kecil warna
merah hati.
Saya pun menarik celana dalam istri saya hingga terlepas.
Saya:” Mah, kamu sekarang suka pakai celana dalam yang kekecilan ya?
Wife:”Bukan Pah, cangcut mamah memang pada kekecilan, badan mamah mulai
melar Pah karena lagi bunting, nanti semakin membesar perut mamah juga
butuh cangcut yang lebih besar, nanti kita beli ya Pah, yang lama udah
pada jelek”
Saya:” Ia nanti hari sabtu Mah” ucap saya sambil meregangkan kedua paha istri saya.
Tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar.
Wife:” Ia siapa?
Lestari:” Aku Wi, intan mau ganti baju”
Wife:”masuk aza”
Saya:” Mah” istri saya tidak menjawab malah ketawa.
Lestari pun membuka pintu masuk ke dalam kamar kami.
Lestari:” Sorry dendi, sengaja aku gangguin kamu, siang-siang wik-wik” ku lihat dia menggandeng Intan.
Intan terlihat cuek saja.Lestari membawa Intan menuju lemari pakaian untuk mengganti baju Intan.
Ah peduli amat, saya pun mulai menyingkapkan bulu jembut Dewi lalu saya
pun menunduk dan mulai menjulurkan lidah saya menelusuri lekuk memek
istri saya.
Wife:”Uuuuh, bentar Pah, ada mereka” aku tak perduli karena Dewi yang tadi membiarkan Lestari masuk.
Wife:” Uuh enak aaah kena itil mamah”
Lestari:”Aduh yang lagi enak-enakan gak peduli ada anaknya”
Wife:” Hehehe, udah diubun-ubun bi”
Lestari:” Tapi asyik hidup kalian, aku juga suka, ya udah aku keluar”
saya pun menengok ke Lestari yang tampak sudah selesai mengganti baju
Intan.
Saya:”Mbak, gak ikutan, biar aku sodomi lagi bool kamu”
Lestari:” Kurang ajar kamu Den, kalau gak kasihan sama Dewi udah aku
pelintir kontol kamu, Wi aku ajak anak-anak makan ya” ucap Lestari
sambil
Wife:”ia Bi, makasih” Lestari pun kemudian keluar dari kamar dan menutup pintu dengan rapat.
Wife:”Ayo pah, jilatin lagi heunceut mamah”
Saya pun kembali menjilati memek istri saya.
Wife:”uugh yang dalem lidahnya sayang, aaah heunceut mamah mulai basah
aaanjiiing nikmat” ucap Dewi sambil kedua kaki diangkat dan menjepit
kepala saya.
Saya pun berusaha memasukan lidah saya sedalam mungkin.
Istri saya semakin menggelinjang, memeknya semakin basah.
Wife:”aaah, papah, mau bucat,,aaaah,itil aku enakkkk,anjing nikmat
gusti” tiba-tiba saya merasakan semprotan di mulut saya, membuat
sayabelepotan.
Wife:”Uughh, Pah, sorry ya”
Saya pun segera mendekati istri saya dan saya lumat bibirnya biar dia
merasakan ciarannya sendiri. Lidah kami saling bertautan. Saya sangat
bernafsu mencium istri saya berbeda dari biasanya, peampilan menornya
membuat saya bergairah. Mulut saya pun pasti penuh dengan lipstick dia.
Istri saya kemudian mendorong saya hingga terlentang. Lalu diaterlungkup
di pinggir paha saya sambil mulai menjilati kontol saya.
Wife:” Kontol kamu jadi ada merahnya pah, dari liptick mamah hehe” ucapnya yang lalu mencaplok kontol saya.
Istri saya pun mulai memberi blowjob kepada saya. Dengan segera kontol
saya keras maksimal, padahal tadi pagi saya masih bersetubuh dengan Ida.
Merasa sudah keras, istri saya pun segera melepas kontol saya lalu
menduduki perut saya dan mundur, semakin mundur. Dia sengaja
menggesek-gesek dulu kontol saya ke memeknya yang penuh bulu.
Wife:”Aaah, aku masukin kontol kamu ya Pah” ucapnya sambil mengangkat
pantatnya dan mengarahkan kontol ke lubang memeknya. Bleees..perlahan
kontol saya pun tertelan oleh memek Dewi.
Wife:”Aah,uuugh masuk aah ke heunceut” bleeeseek seluruh kontol saya pun
tertelan memek istri saya. Dia pun segera menggenjot kontol saya naik
turun. Saya pun memegangi pantatnya dan menaik turunkan . semakin lama
semakin cepat.
Wife:”aaah, heunceut aku basah pah,aaah ewean jero uggggh nikmat”
Ploook..ploook…plookk…
Tiba-tiba pintu kamar kembali di ketuk.
Saya:” Kampret siapa lagi”
Lestari:”Wi,aku boleh masuk, ini Revan rewel,abis makan mungkin ngantuk mau tidur, susuin gih”
Wife:”uughggg, massssuk bi”
Lestari pun masuk sambil menggendong Revan.
Lestari:”Belum selesai juga kalian”
Wife:”Uuuh, belum ini baru masuk kontolnya uuugh”
Lestari:”gimana nich? Terlihat Revan merengek terus.
Wife:”ciniin azaaa, aku gendong”
Lestari pun memberikan Revan kepada istri saya yang langsung membopong Revan sambil tetap naik turun di atas tubuh saya.
Lestari tampak menengok dan melihat kontol saya yang sedang keluar masuk di memek Dewi.
Lestari:”lebatnya baok momok kamu Wi”
Wife:” Aaah enak heunceut aku biii” ucap Dewi yang tetap naik turun sambil menyusui Revan.
Lestari:” ya udah aku keluar ya, mau mandi, maaf ganggu kalian mulu yang lagi enak-enakan”
Wife:” Uuuh, ga papahhh, Bi gak mau ikut enjot-enjotan”
Lestari:” Gak Wi, takut disodomi lagi sama suami kamu” ucapnya sambil keluar kamar dan menutup pintu kembali.
Wife:” Revannya udah bobo Pah, hehe aku susuin sambil aku diewe…excited
banget aku paaah” ucap istri saya yang tiba-tiba berdiri sehingga kontol
saya terlepas.
Saya:” Aaah lagi enak mah”
Wife:”Bentar aku tidurkan Revan dulu” ucapnya sambil merebahkan Revan di samping saya.
Istri saya pun segera menaiki paha saya lagi dan kembali memasukan kontol saya ke memek dia.
Wife:” Jang terlaluuuu berisiik aah,enak tusuk yang dalem kontolnya pap”
Saya pun sekarang mengambil alih dominasi dengan menggenjot istri saya dari bawah.
Wife:”Aaah cepetin,kencengiiin pah, uuuh kontolnya enak aaah, panjaaang”
Plook..plook..plook
Wife:”aaah ewean jero..cepeeetin aku mau dapet Pah”
Saya:” Barengan maaaah papah gak kuat”
Wife:”Ayo uuh siramin peju pah, bayi kamu dalam perut kuuuh”
Ploook…ploook…ploook genjotan saya semakin cepat dan Dewi pun mengimbangi dengan gerakan yang cepat pula.
Saya:”Papah gak tahan mah”
Wife:”Teekeen yang daaalam Paah, mentokin di rahim aku uuuh semprotin pejunya di heunceut mamah aaah”
Saya:” Papah gak kuat mah”
Wife:”barengan Paaah”
Plook..plooook…ploook
Saya:”Papah keluar mah” crooot..crooot..
Wife:”aaaah..aaah mamah juga”
Istri saya pun ambruk di atas badan saya. Nafas kami tak beraturan. Revan sempat terbangun karena berisik tapi lalu tidur lagi.
Istri saya kemudian berdiri dan memindahkan Revan ke dekat tembok. Dia kemudian rebahan di samping saya.
Wife:”Koq pejuh papah kayaknya dikit ya, gak banyak kayak biasanya, kamu kecapean ya Pah”
Saya tak menjawab. Terang saja banyak terbuang ke memek Ida.
Wife:”Kamu jangan terlalu diporsir kerjanya Pah, jadi peju kamu dikit
hehe, mungkin sich perjalanan jauh juga dari Jakarta.Tapi mamah yakin
nanti malam banyak pasti kan udah makan tadi, nanti siramin lagi
heunceut mamah dan bayi kamu Pah”
Saya:” Ia mah” jawab saya pendek.
Wife:” Jadi rencananya malam minggu ini mamah mau terima tamu ya?
Tentu yang dimaksud adalah orang yang membooking dia.
Saya:” Tamu yang kamu maksud itu si Tirta?
Wife:” Belum pasti mamah masih pikirkan, mamah punya dua kandidat, lagi mamah pertimbangkan”
Saya:” Satu lagi siapa?
Wife:” Ada kenalan dari medsos”
Saya:” Jadi kamu menawarkan diri di medsos juga, apa gak bahaya, banyak kasus yang tertangkap karena prostitusi online”
Wife:”Tenang, gak terang-terangan gitu juga kali”
Saya:” Ya, terserah kamu dech mah, kamu atur saja”
Wife:” Tapi papah, ok kan?
Saya:” Ya, kalau nggak juga kamu pasti maksa”
Wife:” Tuch, tapi kan di rumah, gak di hotel”
Saya:” Terus gimana anak-anak, Bu Heti, Lestari”
Wife:” Gampang, bisa di atur”
Aku pun menurut saja.
Saya:” Mah, gimana kabar si Luna?
Wife:” Hempz, papah nagih ya hehe…nanti mamah tanyain ya Pah, apa mau kita bawa dia malam minggu nanti ke sini”
Saya:” Boleh mah, biar mamah melayanin tamu mamah, papah sama Luna”
Wife:” Nanti mamah Tanya dia dulu bisa nggaknya minggu ini”
Saya:” Ya udah, papah mau mandi mah, gak enak di kamar terus”
Wife:” Bentar Pah, mamah masih ada yang mau diomongin”
Saya:” Hempz, apa lagi?
Wife:” Papah kayak gak seneng?
Saya:”Biasa saja, mamah sensitive banget, memang mau ngomong apa?
Wife:”gini Pah, mamah pengen ditato” ucap saya perlahan dan saya bisikan di telinga Dendi suami saya.
Saya:” Hah, papah gak salah denger?
Wife:” Mmmpz, gak salah denger Pah, mamah pengen ditato”
Saya kini menyamping dan menghadap istri saya, sambil menatapnya.
Saya:”memang buat apa pakai tato segala?
Bukannya menjawab, istri saya malah balik bertanya.
Wife:” Mamah kira-kira tambah sexy gak kalau pakai tato?
Saya:” kan gak kelihatan, baju mamah tertutup”
Wife:” Maksud aku kalau papah lagi ngewe aku, tambah sexy gak kalau aku bertato?
Saya pun membayangkan seperti apa yang diucapkan istri saya.
Saya:” Ia jug amah, kamu makin sexy dan nakal sepertinya”
Wife:” nah itu jawaban pertanyaan Papah, biar pelanggan mamah puas pah,
trus mereka kalau puas kan balik lagi hehe”ucap istri saya sambil
terkekeh.
Saya:”Mamah serius mau jadi pelacur professional sepertinya?
Saya:”Ia pah, dari pada Cuma maen sama kenalan kamu kayak Fadli, Wilton,
kan gak dapat apa-apa, dosanya sama, mending jadi pelacur sama-sama
enaknya tapi dapat duit juga, tapi jangan khawatir servis terbaik tetap
untuk papah, dan cinta mamah tetap buat papah, ini seks semata pah”
Istri saya sepertinya mencoba mengsugesti saya agar menuruti kemaunnya.
Saya:” Ya udah boleh, apa yang nggak buat kamu, betul juga daripada bertualang gak dapat duit”
Wife:” Betulkan, dari pada papah harus ngeluarin duit mulu, sama Heni juga kan papah harus keluar uang”
Saya:” Kata Heni sekarang gak perlu, kan patner”
Wife:” Huh…” istri saya seperti mencibir saya
Saya:” Huh,maksudnya apa?
Wife:” Hehe, kalau cowok Pah, nakal di luar banyak keluar duit juga, kalau cewekkan kayak mamah malah menghasilkan”
Saya:” Yau dah papah ikut mau mamah, ok dech, memang mamah mau buat tato apa? Terus mau buat di mana?
Istri saya tampak tersenyum setelah saya menyetujui kemaunnya. Dia pun mengecup bibr saya.
Wife:” nah, kalau untuk tatonya apa, mamah sudah tahu mau buat tato apa,
gak tahu bi Lestari, tempatnya yang mamah belum tahu mau di mana…!
Saya:”Bi Lestari juga?
Wife:” Ia, dia mau ikut di tato juga”
Saya:” Mah, maaf ya, ini pendapat papah saja, mamah jangan terlalu
libatkan bi Lestari, papah khawatir nanti kalau sampai ada keributan
dengan si Juna suaminya kita bakal kebawa-bawa”
Istri saya tampak berfikir.
Wife:” gpp ah, Bi Lestari juga udah ok, mau ikut profesi mamah,si Juna memang harus dikasih pelajaran”
Saya:” Ya terserah kalau soal itu, papah Cuma ngingetin, terus kalau
anak-anaknya Lestari juga sampai tahu gimana, mereka kah sudah dewasa,
beda dengan Intan dan Revan yang belum ngerti apapun”
Istri saya kembali berfikir, sepertinya dia baru sadar.
Wife:”Ia juga sich Pah, nanti aku pastikan lagi ke bi Lestari, tapi
kalau gak salah papah pernah bilang si Heni itu punya tato, nah dia tato
di mana ya Pah?
Saya:”Katanya di Ciham*eulas mah”
Wife:” Nah, gimana kalau Papah pastikan ke Heni di mana dan nama
tempatnya, trus kalau bisa tatonya di rumah saja Pah, orangnya suruh
datang, biar mahal gpp, mamah yang bayar”
Saya:”Terserah mamah dech kalau itu, biar nanti aku telepon Teh Heni”
Wife:” Ya udah, mamah mau mandi dulu, Papah temenin Revan dulu” ucap
istri saya sambil turun dari ranjang dalam keadaan telanjang bulat.
Plaaak…
Wife:” Awww, sakit tau” sambil melihat bokongnya yang barusan saya
tampar. Kemudian dia memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.
Istri saya pun pergi ke kamar mandi. Sementara saya segera menelepon
Heni. Setelah mendapat alamat yang bersangkutan, saya pun menelepon
alamat kantor tersebut.
Cukup lama saya menunggu istri saya selesai mandi, sampai akhirnya dia
keluar berbalu handuk. Dia pun segera berdiri di depan kaca meja rias.
Wife:”Pah. Gimana, sudah telepon si Heni?
Saya:” Sudah mah, pegawai tatonya bisa saja di panggil, tadi papah juga
sdh telepon bos mereka, tapi bisanya sore habis jam kerja, karena
sekarang sdh terlalu siang katanya”
Wife:” Oh, jadi bisa datang ke sini, ya udah papah mandi dulu sana”
Saya pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Akhirnya sekitar jam setengah lima orang dari tempat tatto datang ke
rumah. Saya pun segera mempersilahkan dia masuk. Orangnya laki-laki
sesuai dengan saat saya menelepon tempat tato, mungkin sedikit di bawah
umurku. Badannya lebih pendek dari saya dan sedikit gendut penuh ada
beberapa tato di tangannya dengan kepala plontos, tapi kulitnya putih
bersih dan tampilannya juga cukup rapi meski memakai kaos dan celana
jeans.
Saya pun segera mempersilahkan diaduduk. Lalu saya pun memanggil Bu Heti
untuk memberikan minum dan memanggil istri saya yang sedang nonton tv.
Saya:” Mah, orang dari tempat tato sudah datang”
Wife:” Oh, ia, nanti aku nyusul ke sana, sekalian ku panggil bi lestari,
aku tanggung lagi nyuapin Revan makan” istri saya memang saat itu
sedang menemani Revan yang lagi menonton tv sambil makan.
Saya pun segera menuju ke depan dan tampaknya Bu Heti sudah mengantarkan minuman.
Saya pun segera duduk di sofa panjang.
Saya:” Kita belum kenalan, saya Dendi” ucap saya sambil menyodorkan
tangan saya. Yang segera di terima orang tersebut yang kemudian kuketahu
namanya Abay sesuai dengan saat aku menelepon managernya, dia akan
mengirimkan orang bernama Abay.
Abay:” Nama saya Rofi pak, tapi panggilan akrabnya Abay, panggil saya
Abay saja pak biar akrab” Ucap Abay sambil memperlihatkan kartu nama,
surat tugas dan tentu license, ini penting sebagai bukti dia seorang
professional di bidangnya.
Saya:” Silahkan di minum dulu Bay”
Abay pun segera meminum minuman yang sudah diantar Bu Heti.
Abay:” Jadi mau langsung di tato sekarang saja di sini” ucap Abay sambil
mengeluarkan peralatan dari salah satu tasnya yang berukuran besar dia
membawa dua buah tas, satu berukuran besar dan satu berukuran sedang,
sepertinya di dalamnya ada mesin tato.
Saya:” Oh, bukan saya yang mau di tattoo tapi istri saya dan bibinya”
Abay:” Oh, kirain bapak”
Saya:” Tunggu biar saya panggil mereka dulu” ucap saya dan segera bergegas menuju ruang keluarga.
Saya pun segera menghampiri istri saya yang sepertinya baru selesai menyuapi Revan.
Saya:” Mah, itu di Tanya orangnya mau di tato sekarang?
Wife:” Tunggu sebentar ke orangnya Pah, aku manggil Bi lestari, di tatonya di kamar aku saja Pah, masa di depan”
Saya:” Ok Dech” saya pun segera kembali ke ruang depan.
Segera saya duduk kembali bersama si Abay.
Saya:”Bay, tunggu sebentar, katanya di kamar saja ditatonya”
Abay:”Oh, ok Pak” ucap si Abay sambil memasukan kembali peralatannya ke dalam tasnya.
Saya pun duduk kembali dan tak lama ada sms masuk dari istri saya katanya dia dan lestari sudah siap.
Saya pun segera mengajak Abay ke kamar saya, saat melewati ruang keluarga tampak Intan dan Revan sdh di temani Bu Heti.
Saya pun segera mengetuk pintu kamar yang tertutup yang lalu terdengar
dari dalam teriakan istri saya yang menyuruh kami masuk. Kami pun segera
masuk ke dalam kamar.
Nampak wajah Abay sedikit terkejut. Mungkin dia tidak mengira yang mau di tattoo semua mengenakan hijab.
Tampak istri saya dan Lestari sedang duduk di tepian ranjang. Lestari
menggunakan baju panjang warna hitam, dan jilbab warna putih, sebaliknya
Dewi mengenakan gaun warna putih tangan panjang yang cukup lebar ada
kancingnya juga di depan mirip kemeja untuk atasannya, dan bawahannya
mengenakan celana model kulot warna abu-abu yang Nampak cukup ketat,
terlihat Dewi lebih semok dari biasanya, mungkin karena sedang hamil.
Wife:” Mari masuk, Om, atau siapa saya panggilnya” ucap istri saya sama Abay.
Abay:” Panggil saja saya Abay,Bu”
Wife:”Oh, aku panggil Om Abay aza ya biar akrab”
Abay hanya menganggukan kepalanya saja.
Aku mengambilkan kursi untuk duduk saya dan Abay. Abay pun segera duduk di kursi dan menurunkan dua buah tasnya.
Saya:” Jadi mereka ini Bay yang maudi tato, kamu kelihatan agak kaget tadi aku lihat”
Abay:’ Ia Pak, saya agak kaget juga, ibu-ibu berjilbab mau di tato, eh maaf”
Wife:”memang gak boleh kalau ibu-ibu berjilbab pengen punya tato?
Abay:” Hehe gak juga Bu”
Saya:” Udah aku bilangin koq Bay, mau dipamerin gimana, kan tertutup, tapi tetap maksa”
Abay:” Hehe ia, biasanya yang punya tato buat dipamerin pak hehe”
Wife:”Kan dipamerinnya kalau telanjang enjot-enjotan sama suami hahaha”
ucap Dewi tanpa tedeng aling-aling membuat Abay nampak terkejut.
Lestari yang dari tadi Cuma diam saja pun ikut nimbrung.
Lestari:”entar laki aku kaget pastinya kalau liat aku punya tato”
Abay:” Memang suaminya ke mana mbak?
Lestari:” Lagi gak ada, ada urusan”
Wife:” Ya udah, kasihan Om Abay kalau kita ngobrol terus, apa kita mulai saja?
Abay:” Bisa Bu, saya sudah siap dari tadi… Ucap Abayyang langsung membongkar isi tasnya.
Wife:” Biar aku dulu Bi..”
Lestari:” Ok Wi, aku juga masih ngeri liat jarumnya aza ngeri ih”
Saya:”Liat jarum seukuran gitu aza takut, tapi liat jarum tumpul yang gede malah doyan” ucap saya mencandai Lestari.
Lestari:” Maksud lho kontol….kalau jarum yang itu sich gak bikin sakit tapi nikmat, jadi ya doyan”
Abay tampak kaget lagi mendengar percakapan vulgar kami, apalagi yang ngomong perempuan berhijab.
Istri saya pun tak mau kalah, ikut nimbrung.
Wife:”tapi jarum tumpul itu juga pernah bikin sakit Bi, waktu aku masih perawan”
Lestari:” Haha, ia lah pasti sakit,tapi pertamanya doang”
Saya:” Udah ah, jadi pada bercanda, kasihan Mas Abay nanti gak kelar-klear, makin mahal bayarnya”
Abay:”Hehe gpp Pak, bercandanya bikin asyik”
Tampak Lestari pindah dari ranjang dan duduk di sofa panjang yangada di dalamkamar, sedikit di pojok.
Abay:” Jadi ini mau di tattoo seperti apa ya dan di bagian tubuh yang mana” ucap Abay sambil matanya melihat sekeliling.
Saya:”nyari colokan, saya ambil terminal sebentar” ucap saya sambil
mengambil terminal dari lemari, lalu memasukan ke colokan di dinding.
Abay pun segera memasukan colokan mesin ke terminal.
Sementara istri saya mengambil sebuah kertas dari bawah bantal dan memberikan ke Abay.
Wife:” Nah om Abay, saya mau buat tattoo seperti di gambar, bisakan”
Abay nampak tersenyum, saya menjadi penasaran karena memang belum tahu gambar seperti apa yang diinginkan istri saya.
Abay:” Bisa bu, lumayan agak sakit, gambarnya besar ukurannya sama seperti ini?
Wife:” Ia, seperti di gambar persis”
Saya:” Gambar apa sich coba aku lihat”
Abay pun memberikannya kertas HVS polos kepada saya dan saya pun segera mengambil dan melihatnya.
Saya pun langsung melihat gambar tersebut, saya cukup terkejut karena
saya pikir istri saya paling mau buat tattoo gambar bunga atau apa,
ternyata gambar hasil potokopi di kertas tersebut adalah gambar cewek
berjilab yang duduk telanjang menyamping sambil memegang kontol
berukuran besar dan panjang di dekat mulutnya yang sedikit terbuka.
Saya pun pindah duduk di samping istri saya.
Saya:” Mah, kamu yakin mau ditatto beginian? Sambil berbisik di telinganya.
Wife:” Ia, yakin” ucap istri saya cukup keras
Saya:”Hah, kamu bener-bener semakin nakal mah” ucap saya kembali berbisik
Wife:”pelacur harus nakal Pah” ucapnya kali ini berbisik di telinga saya sehigga yang lain tidak bisa dengar.
Sementara ku lihat Abay hanya senyum saja melihat saya berbisik-bisik.
Saya:” Ya udah, mamah mau di tattoo di mana?
Wife:” Di bool aku pah”
Saya:”Ya udah, udah denger sendiri Mas Abay, di bool di tatonya”
Wife:” Sakit gak ya OmAbay?
Abay:” Ya, kalau belum terbiasa sakit , tapi dinikmati saja bu, anggap
saja seperti pertama kali kena jarum tumpul” Abay pun sudah terbawa
suasana.
Wife:” Bisa saja kamu ya..”
Saya sudah berpindah duduk kembali di atas kursi.
Sementara Abay sudah turun dari kursinya dan mempersiapkan semua peralatannya.
Abay:”Tengkurap saja Bu” Perintah Abay sama istriku.
Dewi pun segera terngkurap. Kepalanya menoleh ke arah Abay memperhatikan apa yang sedang dia lakukan.
Saya:” Mbak Lestari, duduk sini, biar kelihatan jelas, atau perlu saya pangku”
Lestari pun menghampiri saya.
Lestari:” Ntar kamu keenakan” sambil duduk di tempat duduknya Abay tadi.
Saya pun memperhatikan Abay yang tampaknya masih mempersiapkan
peralatannya, saya lihat mesinnya atau pistol tatonya yg berukuran
cukup besar, dia pun mengeluarkan beberapa botol tinta India ada juga
alkohol untuk tattoo beragam warna. Sambil melihat-lihat tangan saya
iseng mengelus-elus paha Lestari. Lestari tidak melarang hanya sempat
menoleh dan tersenyum, diapun sibuk memperhatikan Abay.
Kuperhatikan Abay pun mengeluaran beberapa jarum yang sedikit berbeda bentuknya.
Lestari:”Jadi takut aku Den, kalau kulihat Dewi kesakitan aku gak jadi dech” ucapnya berbisik kepada saya.
Saya:”Mending ditusuk sama jarum tumpul punyaku ya mbak, gak bikin sakit tapi bikin enak”
Lestari:”Kampret, kamu baru habis ewean sama Dewi tadi masih aza nakalin aku” ucap Lestari sambil mencubit bahu saya.
Wife:” Om, itu jarumnya sekali pakai kan?
Abay:” Ia, tenang aza ini jarum baru, habis pakai buang, tempat tattoo kami sudah terjamin kualitasnya”
Wife:” Ia, takut aza”
Tampak Abay mengeluarkan sebuah botol spray dan menyemprotkan di telapak
tangannya dan mengusap-usap di bagian telapak tangan, sepertinya dia
membersihkan tanggan dulu supaya steril.
Wife:” Itu cairan apa Om Abay?
Abay:” Ini namanya green soap, untuk preventive bu biar steril” ucap Abay yang saya lihat kemudian dia memakai sarung tangan.
Kemudian Abay mengambil kertas sejenis stensil dan menempekan kertas desain dari istri saya.
Abay:” Sudah siap bu, saya yang buka atau ibu sendiri, saya mau tempel desainnya dulu”
Istri saya tidak menjawab tapi segera menurunkan sendiri celana
kulotnya, tampak cangcut istri saya yang berwarna biru langit, kemudian
dia menurunkan celana dalamnya sehingga pantat bulatnya terlihat.
Wife:” Yang kanan ya Om”
Terlihat Abay dengan tenang menempelkan hasil desain ke pantat Istri
saya. Lalu kemudian meratakannya dan membiarkannya beberapa saat.
Setelah di cabut, hasilnya sudah bagus meski baru tempelan, gak tahu
dari mana istri saya mendapat gambar tersebut.Gambar tersebut menambah
penampilan istri saya semakin sensual. Tampak Abay begitu tenang
layaknya professional.
Akhirnya Abay pun memulai proses mentato pantat istri saya. Prosesnya
cukup lama dan sedikit menegangkan karena Dewi beberapa kali tampak
meringis. Saya pun menjadi tegang menyaksikannya, terutama Lestari.
Saya:”Sakit mah?
Wife:”Ia Pah, kayak dijepret sama karet gelang uuuh, tapi gak kayak diperawanin”ucap istri saya masih sempat bercanda.
Lestari:”Apa yang diperawanin Wi?
Wife:”ahh, bibi nich, tenang aza gak usah takut Bi, gak sesakit watu
memek bibi diperawanin mas Juna dan bool bibi disodomi suami aku” ucap
istriku vulgar yang membuat Abay berhenti sejenak, dia senyum-senyum
saja, entah apa yang ada dalm pikirannya.
Abay pun kemudian melanjutkan kembali pekerjaanya.
Saya pun berinisiatif berdiri dan duduk di samping kaki istri saya.
Saya:”Mah, mau gak, biar sakitnya gak berasa, papah punya caranya”
Wife:”mau banget Pah”
Saya:”tapi kamu harus tahan nanti gak boleh goyang-goyang takut jarumnya salah nusuk”
Wife:”memang gimana?dia pun menoleh terhada saya.
Saya hanya tersenyum.
Saya:”Tahan ya, nikmati saja, sakit bercampur nikmat” ucap saya sambil naik ke ranjang.
Istri saya masih menoleh kepada saya. Dia belum tahu apa yang mau saya lakukan.
Saya pun menarik celana kulot istri saya hingga lepas.
Wife:”Pah, apaan, koq celana aku dilepas” ucapnya tapi tak mencegah.
Sekarang hanya tersisa celana dalamnya saja yang berwarna biru menggantung diantara pantat dan paha.
Aku lihat Abay pun mencuri-curi pandang, sepertinya dia pengen melihat barang istri saya.
Saya pun menarik turun celana dalam istri saya sampai ke betis. Sepertinya Dewi mulai menyadari apa yang mau saya lakukan.
Wife:”Jangan pah,jangan itu nanti aku gerak-gerak”
Saya:” Makanya tahan” ucap saya sambil melebarkan kaki istri saya. Abay tampak mengerti dia berhenti sejenak.
Saya:”nich bay, kelihatan gak memek istri saya” ucap saya sambil merenggangkan paha Dewi.
Abay:”Ia Pak, lumayan kelihatan”
Wife:”Papah, malu ah, heunceut mamah banyak baoknya”ucap istri saya
sambil menjulurkan sebelah tangannya mencoba menutupi kemaluannya.
Abay:” Saya jadi gak konsen”
Wife:”Awas lho kalau salah gambar hehe”
Saya:”Tenang saja Mas Abay ini professional” ucap saya sambil mulai menusukkan satu jari saya ke memek istri saya.
Wife:”Papah bandel ih, malah dicolok heunceut mamah uugggh”
Saya:”awas jangan goyang mah, nanti bisa luka kulit kamu” ucap saya sambil kini memasukan dua jari saya ke memeknya.
Abay sesekali melihat ke arah memek istri saya di mana ada bulu yang nyambung ke anusnya.
Wife:”Awas jangan colok bool mamah ah, nanti aku kaget”
Saya:”Gak, papah mainin memek mamah saja” ucap saya sambil terus menusukan 2 jari saya. Memek Dewi pun mulai terasa lembab.
Wife:”aaah, ia, mainin itilnya Pah, Om, berhenti dulu, nikmat” Abay pun kemudian menghentikan dulu pekerjaannya.
Istri saya mengambil kesempatan itu sedikit bergoyang-goyang.
Wife:”Om Abay lanjutkan” ucapnya setelah bisa menahan kenikmatan dari permainan jari saya.
Wife:”Om Pernah seperti ini, nation cewek, ceweknya memeknya diobok-obok gini kayak aku”
Abay:”Belum pernah bu”
Wife:”tapi natoin cewek sering kan” ucapnya sambil bergoyang sedikit tapi sangat pelan.
Abay:”Sering aza, artis juga pernah saya Bu”
Wife:”Wah, hebat, mantap”
Abay:”Biasa saja bu”
Wife:”uuggh enak Pah, terus pah,di itilnya sayang aah heunceut aku basah pah”
Abay pun kembali menengok ke memek istri saya.
Saya pun menunjukan jari saya yang basah oleh cairan istri saya.
Saya pun berpindah duduk kembali di sebelah Lestari. Sementara Abay melanjutkan pekerjaannya.
Wife:”Biasanya ceweknya minta tattoo di bagian tubuh mana om Abay?
Abay:”Macem-macem Bu, kebanyakan laki perempuan di lengan, tapi banyak
juga cewek yang minta tato di dekat susunya, di pantat seperti ibu Dewi,
deket memeknya juga ada”
Wife:”Masa?
Abay:”Ia bu”
Wife:”Lumayan dong bisa sambil pegang-pegang memeknya”
Abay:”hehe ya gitu”
Tak terasa akhirnya selesai juga. Istri saya pun segera bangun dan
melepaskan celana dalamnya lalu berdiri menuju kaca, terang saja si Abay
menang banyak, matanya tak lepas menatap memek dan pantat Dewi.
Dewi pun berlenggak lenggok di depan kaca meja rias.
Wife:”Bagus kan Pah, Om Abay makasih banyak, bagus banget”
Saya:”Ia mah, kamu makin terlihat binal”
Istri saya kemudian berjalan lagi menuju kasur dan hendak memakai celana dalamnya.
Abay:”Kalau bisa jangan pakai celana cangcut dulu bu, biar betul-betul kering” ucapnya, gak tahu betulan atau modus.
Istri saya pun mengurungkan niatnya.
Wife:”Jadi aku gak boleh pakai cangcut dulu?
Abay:”Ia Bu” ucapnya sambil menatap selangkangan istri saya di mana istri saya duduk di tepi ranjang menghadap dia.
Istri saya pun menaruh kembali celana dalamnya di kasur.
Wife:”BI Lestari, giliran bibi”
Lestari pun di minta Dewi untuk menggantikan posisnya, tapi ternyata
Lestari menolak karena takut. Akhirnya Dewi malah memaksa saya untuk di
tato, akhirnya saya lah yang di tato. Istri saya segera duduk di sebelah
Lestari sambil sengaja mengangkang memperlihatkan memeknya yang berbulu
lebat terbuka.
Saya pun segera duduk di tepi ranjang. Abay sesekali melihat ke selangkangan istri saya.
Akhirnya saya pun ditato juga. Sekarang saya memilik sebuah tato
bergambar hati di dekat bahu sayadengan nama Dewi di tengahnya, istri
saya yang memaksa.
Abay pun kemudian pulang, pembayaran saya lakukan melalui transfer sms banking dan menunjukan hasi transfer kepadanya.
Kini malam sudah larut, saya sudah berdua dengan Dewi istri saya di atas ranjang.
Wife:”Sayang ya, bi Lestari berhianat gak jadi ditato”
Saya:” Jadinya papah yang jadi korban”
Wife:” Tapi baguskan hasinya, biar kelihatan gagah dikit Pah, macho dikit”
Saya:” Dikit ya…apalagi gambar hati, untuk gak ditusuk hatinya ataubelah”
Wife:” Daripada aku minta tatoin gambar heunceut haha”
Saya pun jadi membayangkan punya tato bergambar memek.
Saya:” Koq mamah pilih gambar cewek berjilbab mau isep kontol sich?
Wife:”Kenapa,kan udah mamah bilang biar makin terlihat nakal, pelacur kan nakal Pah hehe”
Saya:” dasar kamu yah” ucap saya sambil mencubit hidung istri saya.
Wife:” Pah, ewean lagi yuk tadi siang mamah gak puas, bukan gak puas eweannya, tapi peju papah dikir”
Saya:” Ia kah, apa perlu papah panggilakan Jaka dan Donatus Juga”
Wife:” Boleh Pah”
Saya:”Maunya kamu hehe”
Istri saya pun segera menidih badan saya dan menjilati kuping saya.
Wife:” Pah, nenen lagi, nich banyak lagi air susunyalho” ucap istri saya berbisik di telinga saya.
Saya:” Yang bener mah?
Wife:” Tadi diisep Revan terus banyak lagi”
Saya:” Berarti aku ngisep lagi ya Mah”
Wife:” Iaaa,sayang”
Saya:”Asyiikk” Ucap saya sambil meremas-remas pantat Dewi dari balik baju dasternya.
Wife:” Ahh, pantat aku makin gede ya Pah, perut aku juga”
Saya:” Ia mah, aduh, gak kegenjet perut kamu”
Wife:” Enggak, aku tahan pakai siku badan aku” Ucap istri saya sambil terus menjilati kuping saya.
Wife:” Pah, dari tadi aku sange, pantat aku diraba-raba sama si Abay”
Saya:” Bukannya kamu kesakitan mah, ditusuk-tusuk jarum, maih
sempat-sempatnya sange, ia abis heunceut aku juga papah rojok-rojok”
Wife:”Sebenarnya tambah sange karena liat Papah, tangannya ngelaba terus, aku liat lho kamu remes-rems susu bi lestari”
Saya:” Hehe, ketahuan”
Wife:”Kamu apain dia lagi bebz, aku jadi horny dan cemburu, kamu mah aku lagi menahan sakit ditusuk jarum kamu enak-enakan”
Saya:” Hehe,abis Lestarinyajuga diem aza”
Wife:” Dasar serigala tak berbulu hehe, kamu pegang memeknya Bi Lestari gak, tadi aku liat tangan kamu masuk ke dalam roknya”
Saya:” Ia, tadi aku raba-raba memek Lestari”
Wife:” Uh, tadi aku juga jadi pengen nyuruh si Abay ngeraba-raba heunceut aku Pah, kan terbuka juga haha”
Saya:” Nakal kamu”
Wife:” Buka baju kamu sayang” ucap istri saya yang lalu bangkit dan melucuti pakaian saya.
Istri saya kemudian menjilati dada saya. Sementara tangannya turun masuk
ke dalam celana piyama saya dan meraba-raba kontol saya.
Wife:” Pah, aku lepas ya” ucapnya sambil duduk dan menurunkan celana saya hingga terlepas.
Istri saya segera saja memasukan kontol saya ke dalam mulutnya.
Dia pun memblowjob saya dengan cepat. Seletah di rasa kontol saya
semakin keras, Dewi pun segera melucuti pakaiannya sendiri hingga bugil.
Wife:” Aku masukin ya Pah, udah sange banget dari tadi sore” Ucapnya
yang lalu segera menduduki kontol saya dan mengarahkan ke memeknya.
Blees..kontol saya pun segera tertelan oleh memek Dewi. Dia pn segera menggenjot kontol saya.
Sementara saya pun meremas-remas susu istri saya, dan ternyata dia tidak
bercanda, air susu kembali banyak, padahal kandungannya kan baru.
Saya pun segera bangkit dan menghisap puting susu istri saya dan langsung saya sedot.
Wife:” Akkh, banyak lagi kan Pah,uuh, mamah mau konsultasi ahhhh sama
dokter apa aman nyusuin Revan lagi sementara aku hamil butuh banyak
energy”
Sementara saya tak memperdulikan omongan istri saya, saya terus menghisap susu istri saya.
Setelah saya rasa tak ada lagi, saya pun kembali rebahan. Istri saya masih turun naik menggenjot kontol saya.
Wife:” Aaakh uuhh enak Pah kontolnya..tapi capek”
Saya:” Ya udah ganti gaya”
Wife:” Ia Pah, kamu panggku aku ya sambil berdiri, terus ewe lagi” ucap Dewi yang segera turun dari badan saya.
Istri saya pun segera turun dari ranjang dan diikuti oleh saya.
Begitu saya turun Dewi segera merangkul saya dan saya segera
mengangkatnya, agak repot juga, saya segera memasukan kontolnya ke dalam
memekny. Sambil berciuman akupun segera mengentot memeknya Dewi.
Wife:” Aagh enak Papah, mamah suka diewe sambil di pangku, si David juga
paling sering ngewein mamah sambil mamahnya dipangku begini”
Mendengar nama si David hati saya langsung panas. Segera saya naik turunkan badan istri saya.
Wife:”Uuh enak banget, nusuknya dalam banget ke heunceut aku Pah aaahh aku gakkuat”
Istriku pun mengejang dan memeluk saya dengan erat.
Aku tak kuat berlama-lama dalam posisi seperti ini, aku pun duduk di
tepi ranjang masih sambil menggendong istri saya, saya gerakan
perlahan-lahan kontol saya, memek Dewi terasa basah.
Wife:” Aaah, cepet aku keluar diewe sambil digendong Pah, lemes” ucap istri saya, nafasnya masih terdengar berat.
Saya pun merebahkan istri saya di kasur sementara saya berdiri di tepi
ranjang. Segera saya tarik kedua kakinya dan saya lebarkan lalu saya
masukan kembali kontol saya ke dalam memeknya.
Saya pun mulai menggenjot lagi memek istri saya. Plook…ploook…ploook..
Wife:”Aagh enak pah, tusukan kontol kamu yang dalam uuugh”
Istri saya kembali merintih. Saya pun mempercepat genjotan saya.
Saya pegang kedua paha istri saya dan saya genjot dengan kencang.
Wife:” Aaah..uugh..ewe yang kenceng pah, mamah suka dikasarin aaaaghh”
Plook..plook…plook…
Saya:” Aaagh papah gak tahan mah…”
Wife:”Barengan pah, anjing enak uggh”
Saya:” Aaag aku keluar” ucap saya sambil menekan kontol saya dalam-dalam.
Wife:”Ahuuhh..nikmat uuuh” croot..crooot..crooot sprema saya pun sudah
tak terbendung lagi dan menyemprot di memek Dewi istri saya.
Saya terdiam beberapa saat begitu juga dengan istri saya. Akhirnya saya
pun mencabut kontol saya yang nampak basah, saya pun naik ke atas
ranjang dan berbaring di sebelah Dewi istri saya.
Wife:”Kebiasaan, cuci dulu gih kontolnya Pah, jangan langsung bobo” Ucap istri saya yang segera berdiri dan menarik tangan saya.
Saya:” Uhggh, males mah” tapi saya tetap mengikuti istri saya yang menuntun saya dan kami pun masuk ke kamar mandi.
Setelah sampai di kamar mandi, istri saya segera duduk di closet dan
cuuur…dia pun kencing. Sementara saya segera membuka shower dan menguyur
badan saya.
Istri saya pun segera bergabung dengan saya. Kami pun mandi dan saling menyabuni.
Akhirnya hari yang ditunggu istri saya pun tiba, hari ini sdh hari
sabtu. Saya pun libur dan masih bermalas-malasan untuk bangun. Tiba-tiba
istri saya membangunkan saya.
Wife:” Papah ini molor mulu, libur, main sama Revan dan Intan”
Saya pun dengan malas-malasan pun bangun juga.
Saya:” Terus mamah?
Wife:” Mamah mau beres-beres dulu pah, bantu-bantu bu Heti, kan nanti malam ada tamu”
Saya:”Yang booking mamah, siapa jadinya?
Wife:”Om Tirta, bukan cuma Om Tirta, ada Luna juga”
Saya pun terkejut.
Saya:”Luna mau ke sini nanti malam?
Wife:”Sore ini, sekalian kita jalan-jalan dulu, mamah kan mau beli
celana dalam baru Pah, udah pada sesak, Om Tirta juga ngajak jalan
sekalian papah ikut Luna Juga, eh Bi Lestari juga ikut di booking Om
Tirta”
Saya:”Wah, pesta seks malam ini”
Wife:”Hemp, Papah sama Luna, biar mamah puasin Om Tirta ya, jangan ganggu hehe, biar dia nagih,datang lagi dan lagi…”
BERSAMBUNG
PART 78 POV Wife Pagi itu aku duduk sendiri di teras rumah. Hatiku tengah galau berat. Hanum sedang pergi mengantar Intan ke sekolah dan Anis bersama Bu Heti sedang berbelanja ke super market untuk kebutuhan sehari-hari dan Revan ikut dengan mereka. Sore atau malam nanti suamiku akan pulang ke rumah, aku khawatir tidak bisa menahan amarah sehingga semua rencanaku akan gagal. Aku sedang memikirkan bagaimana aku bersikap kepada suamiku dan menahan emosi agar semua rencanaku berjalan semestinya dan aku dapat mengetahui apa suamiku menyeleng atau tidak dibelakangku, yang pasti dia sudah berbohong namun aku belum tahu alasannya. Saat sedang melamun aku mendengar pintu pagar digedor-gedor dari luar. Saya pun kaget dan segera berdiri untuk mencari tahu. Ternyata ada seseorang memukul-mukul pagar menggunakan tongkat kayu. Orangnya kurus dan tingginya mungkin hampir sama dengan saya dan kelalanya plontos. Memakai kaus lengan pendek warna putih dan celana jeans. Tanga...
Komentar
Posting Komentar